Hari yang semula bahagia, penuh tawa, karena bisa bersama dengan perempuan yang selalu mengisi relung hatinya, bahkan akhirnya ia bisa merasa begitu hidup, jantungnya bisa berdetak kembali seperti orang yang telah jatuh cinta lagi. Berkat sempat selalu bertemu bertatap, dalam jarak yang amat dekat, dengan wanita yang selama ini hanya selalu diam-diam di pandanginya dan diam-diam pula di perhatikannya. Namun semua momen indah itu tak bisa berlangsung lama untuk tetap bersama Dewa. Karena petang yang datang menjadi penutup hari justru harus membwa malam yang sunyi, sepi, bahkan rasa pahit, terpaksa jadi harus melihat siluet bayang sepasang manusia yang sedang memadu kasihnya saat ini. Mata Dewa terlihat beberapa kali terpejam, hatinya terhujam, saat harus menyaksikan apa yang saat ini ad

