Sudah dua hari ini waktu berlalu terasa begitu lambat bagi Putri. Ia terus saja menatapi kalender dan menghitung hari sampai ke hari di mana suaminya itu bisa kembali, yang katanya akan datang sekitar empat hari lagi. Dan itu pun kalau tak ada kendala dan semua urusan soal rumah sakit yang akan di kelolanya itu selesai. “Mas...” Panggilnya, dengan mata yang menatapi sofa tempat suaminya biasa duduk, memegangi bukunya, sambil menikmati teh buatannya saat hari libur seperti sekarang ini. “Mas, aku kangen” Ungkapnya, tangannya kini bahkan mengusapi dudukan sofa, berharap bisa menemukan jejaknya untuk mengobati kerinduannya itu. Ia kemudian membuka handphonenya, ingin mengirimkan kata-kata rindunya pada suaminya yang entah sedang apa saat ini. To my Hubby Mas lagi apa? Hanya per

