Yang Semestinya

1843 Words

Dalam tidurnya, Putri nampak begitu tak nyaman. Punggungnya mungkin mulai pegal, begitu pikir Dewa yang sedari tadi memperhatikannya. Sampai karena kasihan, akhirnya Dewa memilih untuk memindahkan Putri agar ia bisa tidur di dalam kamarnya saja. “Ehmmm...” Putri melenguh, karena tidurnya yang jadi sedikit terganggu oleh tangan Dewa yang berniat memindahkannya itu. “Bentar ya Put...” Ucap Dewa, ia kemudian dengan sangat hati-hati mengangkat tubuh Putri dan membuat satu tangannya terkalung di lehernya. Dalam langkahnya yang tengah memangku wanita yang selalu di jahilinya itu, Dewa berkali-kali memandangi wajahnya. Ia masih saja dan akan terus terpukau dengan parasnya itu. Sampai dari pada focus pada langkahnya, ia lebih memilih untuk memperhatikan wajah yang menurutnya telah de

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD