Lama kedua mata itu saling bertatap, sampai akhirnya Dewa takut kalau ia akan kalap, kembali hanyut dalam perasaannya yang harus selalu hanya menjadi sebuah harap yang tak bisa terungkap. Hingga.... Plakkk “Ahh... kenapa aku harus kena pukul lagi sihhh” Rengek Putri karena ia lagi-lagi malah di berikan tamparan oleh Dewa, tepat di keninggnya, walau sesungguhnya itu terasa cukup ringan di rasakannya. Tapi tetap saja Putri di buat kaget dan cukup kesal karenanya. “Pake nanya kenapa lagi...” Tangan Putri yang melingkar di tubuh Dewa pun, cepat di lepaskan oleh si pemilik tangan yang baru saja memberikan tamparan di keningnya itu. Tak lupa ia juga menjauhkan tubuh Putri yang semula memeluknya itu. “Ya gue kerjain itu biar Lo gak berisik lah, jadi gak usah di tanya kenapa lagi...”

