Naina menggelitik telapak kaki Arya hanya mampu membuat Arya terkekeh. Berganti ke perut, tetapi sakit Arya sedikit kambuh. Alhasil Naina panik lagi. Mendengar tawa Arya yang lepas membuat Naina kesal karena digoda. Dia memukul dan mencubit Arya sepuasnya, Arya hanya mengelak. Mereka berkelahi di atas ranjang sampai tidak sadar bisa menghilangkan beban sejenak. Hanya ada canda yang diselingi rasa sakit. "Aryaaaaaa, buruan turun! Gue banting lo baru tau rasa!" Naina menarik kaki Arya. Arya berpegangan pada kepala ranjang sambil berusaha melepaskan diri dari Naina, "Eh, menjauh! Gue tendang lo!" ancam Arya. "Tendang aja! Gue patahin nih kaki!" Naina memelintir kaki Arya. "Aaaaa, Naina penyiksaan! Gue bilang minggir lepasin gue!" menendang Naina sampai terjungkal kepalanya hampi

