31. Drama Senyuman

2805 Words

 Satu jam sudah terlewat. Aroma kopi begitu memikat walau sudah dingin. Naina terus saja tersenyum mendengarkan celotehan lucu pemilik kontrakannya.   "Jadi kalau orang senyum manis itu bisa bikin orang lain mabuk? Mabuk kepayang gitu? Hahaha," Naina geli.   "Eh, jangankan mabuk. Kalau senyumnya tulus, bisa buat orang ngelakuin apapun untuk Mbak. Terlebih lagi mengandung cinta di dalamnya. Waww, pasti berbunga-bunga rasanya!" semangat sang pemilik kontrakan.   Naina tertawa lebih puas, "Ada-ada aja. Semuanya soal senyum, ya? Kalau tangisan?" Naina mengangkat sedikit dagunya.   Pemilik kontrakan mengibaskan tangannya sambil berdecak, "Ngapain sedih? Senyum sama ketawa kesana-kemari rasanya enak banget begini. Sedih berlarut-larut juga nggak baik, 'kan?"   "Haha, asal jangan kayak orang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD