Sandi setuju ikut tanding futsal karena situasinya berubah. Dia hanya ingin membalas Arya. Namun, Naina ingin membalas Arya dengan tangannya sendiri. Di rumah Naina mereka bebas bercengkerama. Semua rencana yang mereka buat tidak ada yang menarik bagi Naina. Akhirnya Naina tidak punya persiapan untuk sore nanti. "Biarin aja, lah. Kita lihat nanti, apa yang bisa gue manfaatin," kata Naina mengangguk-angguk. Tidak jauh-jauh untuk menyewa lokasi futsal. Sangat dekat dengan kampus. Seperti biasa, Arya pasti tidur sebelum bermain. Naina hafal sifat Arya yang satu ini. Gasebo kampus selalu menjadi ranjang ternyaman bagi Arya. Saat Nurmala menemani Sandi ke lokasi futsal, Naina justru menghampiri Arya. Tas hitam berisi pakaian ganti dan sepasang sepatu futsal tergeletak di samping kaki A

