13. Buku Bersampul Putih

2541 Words

 Harum kayu putih menenangkan pikiran. Pengharum ruangan kalah dengan aroma feminim yang sangat familiar. Dahi Arya berkerut, menggeleng pelan merespon semua yang dia rasakan. Perlahan matanya terbuka. Naina tersenyum senang menanti mata itu terbuka sempurna. Dia sampai mengganggam tangan Arya.   Lampu kamar Naina sangat silau membuat Arya mengerjap. Lalu, dia sadar sepenuhnya. Melihat Naina di depannya yang sangat polos dengan mata lebar, Arya semakin mengerutkan dahi. Kemudian, dia ingat semuanya.   "Naina?" panggil Arya sambil mencoba duduk.  "Heh, hati-hati! Kepala lo masih pusing, 'kan?" Naina membantu Arya untuk bersandar kepala ranjang.  Arya mendesis memegangi kepalanya. "Ini kamar lo?" tanya Arya masih dengan suara lirih.   Naina mengangguk. "Ck, orang kayak lo bisa sakit jug

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD