Naina tidak bisa membela diri. Berulang kali dia menjelaskan untuk meminta mereka pergi, tetapi gagal. Sampai mereka berani menyentuhnya dan Naina menepisnya. "Kalian ngapain ganggu gue? Nggak ada gunanya gue bagi kalian," ucap Naina santai. "Lo tenang banget. Biasanya cewek bakal takut kalau terancam. Naina tersenyum sok manis. Tidak menjawab dan melenggang pergi, tetapi tangannya justru dicekal. "Lepasin gue!" kesal Naina sambil meronta. Orang itu merasa tertarik. "Lo unik! Kebanyakan cewek keluar malam sama pacarnya, tapi lo sendirian. Pasti habis kerja. Kita nongkrong bentar, dijamin asik, kok!" orang itu mengajak Naina ke tempatnya tadi. "Wajah lo pucat banget! Minum dulu, aja bareng kita!" seru yang lain seraya mengedip jahil. Naina tidak bisa menahan paniknya la

