Tidak terasa hari senin kembali datang. Pagi ini Arya mencegah Lily yang tidak sengaja bertemu di gerbang lapangan saat Lily pergi setelah melihatnya. "Hai," sapa Arya sedikit tersenyum. Jantung Lily berdebar kuat. Namun, dia hanya mengangguk sebagai balasan. Arya lebih bingung. "Kenapa lo beda? Belakangan ini selalu kabur kalau lihat gue. Apa gue serem?" tanya Arya polos. Lily segera menggeleng. "Terus kenapa," lanjut Arya. Lily tetap diam. Dalam hatinya dia berjingkat senang karena Arya sendiri datang menanyainya. Lily ingin pergi lagi, tetapi Arya menghalanginya. Lily pindah ke sisi lain, Arya juga menghalanginya. Lily menahan agar tidak tersenyum. "Ck, lo nyebelin! Gue ngerasa nyakitin anak orang kalau begini. Ngomong sekali aja kalau lo nggak kecewa sama gue. Apa lo be

