25. Satu Hari Bersamamu

2599 Words

 Laksana embun di pagi hari yang menyegarkan. Aroma parfum maskulin menyadarkan insting Naina. Dia menoleh dan seketika tersenyum.   "Kak Zaka? Lama tak jumpa," sapa Naina.   Zaka memasang senyum hangat sangat berbeda dengan terakhir kali dia bertemu Naina. "Hai, Naina. Apa kabar?" melambaikan tangan.   Naina terkekeh. "Kabar baik," jawabnya singkat.   Zaka memasukkan tangannya ke saku celana. "Apa langitnya nggak baik sampai kamu bohong?" memandang langit.  "Eh?" Naina mengerjap.   Zaka tersenyum lagi, "Aku tau kamu bohong. Wajahmu murung seperti mendung, padahal langit cerah."  Naina nyengir, "Kak Zaka bisa aja. Naina cuma rindu hujan." kembali menatap langit.  "Nggak rindu sama aku?" Zaka sedikit mendekat.   Naina mendelik menjauh selangkah kecil. "Hehe, rindu. Terakhir lihat k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD