Naina terbangun mendengar percakapan Arya dan Sandi. Dia tetap pura-pura tidur. Pernyataan Arya sama persis dengan yang dirasakannya. Naina juga bertanya-tanya, tetapi jawabannya hanyalah pasrah menyerahkan semuanya pada Sang Pencipta. Saat mentari terbit, Naina segera pulang setelah merasa kondisi Sandi membaik. Dia bahkan meninggalkan Arya. Buru-buru masuk rumah kontraknya seakan ada yang mengejar. Bayangan perbincangan semalam yang mengejar Naina. Rumitnya jika terus dipikirkan. Naina menahan teriakan di bawah bantal. "Na, Sandi itu temen lo?" Suara Rika mengagetkan Naina. Segera dia duduk diam memandang Rika di ambang pintu. "Eee, hehe." cengir Naina bingung. "Lo tau dari mana gue sama Sandi...," ucapan Rika terpotong Naina. "Sstt, gue tau. Nurmala pun temen gue. Sekara

