Aku Ingin Menjadi...

1793 Words

LANTUNAN ayat-ayat suci Al-Qur'an dari menara-menara masjid sudah menggema di seantero kota Balikpapan. Nayla dan Yoga masih di perjalanan dalam diam. "Alamat kamu di mana?" teriak Yoga sedikit menoleh agar suaranya sampai di belakang. "Jangan dulu pulang ke rumah, kita balik aja lagi ke kafe tadi. Aku khawatir Edwin kenapa-napa," jawab Nayla dengan berteriak juga. Yoga tidak menjawab, memilih membelokkan motor ke sebuah g**g yang tidak terlalu sempit. Sampai di ujung, berbelok lagi ke arah kiri. Motor besar itu melaju pelan karena banyak polisi tidur melintang di sepanjang g**g. Akhirnya, Yoga menghentikan motornya di sebuah rumah sederhana. Rumah permanen berukuran kecil dengan halaman tidak luas, namun asri dengan bunga-bunga tertata rapi. Nayla turun dengan bingung. "Ini rumah sia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD