Tebak Siapa ?

1041 Words
Hari ke-4 Tepat pukul 9 pagi, Yohan sudah menungguku di ruang tamu lantai satu. "Apa kamu sudah siap ?" tanyanya memastikanku sudah siap untuk berangkat kerja hari ini.. "Siap" nyataku, ia-pun mengajakku untuk menuju parkiran mobil yang terletak di sebelah kanan rumah ini. "Apa kamu sudah mempersiapkan hadiah untuk diberikan ke penghuni wanita?" tanyaku saat kami sudah berada di mobil dan menuju ke kantorku. "Kapan aku sempat membelinya? Sekarang saja aku baru keluar ,"jawabnya. Aku mengerti maksudnya walau jawabanya terdengar ngeyel seperti biasa. Umurnya 4 tahun di atas-ku, tapi aku merasa seperti punya teman sparing setiap bicara denganya, wajar jika Yuri marah kemarin… "Apa alasanmu mengajak ku berangkat kerja bersama denganmu" "Tidak ada, kemarin aku hanya merasa canggung sehingga aku mencari bahan pembicara" "Dan sekarang akan lebih canggung karena kamu membutuhkan waktu 30 menit untuk mengantarku ke tempat kerjaku" "Aku tidak masalah dengan itu" apapun maksud jawabannya aku masih tidak paham. "Apa tempat kerjamu sejalan denganku ?" "Tidak juga, tapi aku masih punya waktu untuk mengantarmu... "Syukurlah.... " aku tidak tahu respon apalagi yang harus aku berikan padanya. Aku pulang cukup larut hari ini, karena ada laporan penelitian yang tidak bisa aku tinggalkan sebelum aku menyelesaikannya. Aku memasukki rumah kami bersama, pintu masuk rumah ini tepat berada di tengah. Setelah memasuki pintu masuk, aku dihadapkan pada ruang kecil tempat kami menaruh sepatu kami sehari-hari. Setelah melewati ruang kecil ini, di sebelah kanan terdapat dapur dan meja makan yang biasa kami gunakan untuk berkumpul juga untuk makan bersama terutama makan malam. Tanpa penyekat ruangan, dari tengah dan menuju sebelah kiri terdapat ruang tamu besar yang juga dapat kami pergunakan untuk berkumpul dan bermain beberapa board game. Berhadapan lurus dengan pintu masuk tempat ku berdiri saat ini, terdapat pintu belakang yang menuju ke teras belakang. Sedangkan di kiri dan kanan pintu belakang itu juga terdapat kamar pria dan wanita di lantai 1. Kamar pria di lantai 1 ditempati oleh Hae-il dan Kang-Min, dua manusia yang paling menjaga kebugaran di rumah ini. Tentunya, jika Hae-il menjaga kebugaran dengan rajin berolahraga, sedangkan Kang-Min dengan asupan yang baik. Sedangkan kamar wanita di lantai 1 ini ditempati oleh Bora dan Sera, dua wanita paling ceria di rumah ini, walau Hana juga termasuk wanita yang ceria. Ketika aku menginjakkan kaki di ruang tamu lantai 1 itu, tanganku langsung ditarik oleh Sera. Sera membawaku untuk masuk ke kamarnya. Aku melihat Sera, Bora dan Hana sangat antusias untuk kencan pertama kami sabtu ini. Sedangkan aku dan Yuri, 2 wanita paling tak bersemangat untuk kencan ini. 'Lalu, kenapa aku ikut program ini, jika aku tak niat untuk kencan sama sekali, aneh' , otak-ku memarahi-ku. Ada 5 kotak hadiah di hadapanku, sebuah mainan snowball yang cantik, sebuah gelang perak di kotak box yang indah, sebuah parfum diffuser ruangan dengan hiasan bunga, sebuah kalung perak dengan miniatur, dan sebuah gantungan handphone dan secangkir tumbler bernuansa musim dingin. "Apakah ada salah satu dari ini yang membuatmu tertarik ?" tanya Bora penuh semangat dengan matanya yang masih menatap satu per satu hadiah yang disiapkan para penghuni pria itu. "Tentu saja" jawab Sera. "Apakah kamu bisa menebak siapa pemilik masing-masing hadiah ini ?" lanjut Bora lagi. Aku merasa Bora dan Sera hanya fokus pada percakapan mereka berdua sedangkan aku, Hana dan Yuri masih tertegun menatap dan memikirkan hadiah itu satu per satu, antara syok, bingung semua bercampur jadi satu. Sejujurnya aku masih mengumpulkan nyawaku satu per satu, baru saja aku memasuki rumah ini, dan aku sudah dihadapkan pada hal baru lagi. Di sisi lain, aku kehabisan akal untuk merespon Bora, ia selalu memiliki pertanyaan setiap kali dihadapkan dengan sesuatu. Ia orang yang sangat menarik dan ekspresif sekaligus seperti anak berumur 7 tahun yang selalu bertanya. Aku merasa kebersamaan kami selama 3 hari ini, tidak cukup untuk menjelaskan penghuni pria mana yang memberikan barang mana. 'Atau aku yang kurang mampu mengidentifikasinya? Sial.' "Aku merasa gelang atau kalung ini dari Seok-Hoon" nyata Hana setelah ia berdiam cukup lama dan tidak merespon banyak percakapan Bora dan Sera. "Aku merasa gelang ini dari Seok-Hoon" tebak Sera, mengklarifikasi pernyataan Hana. Aku penasaran bagaimana Hana dan Sera bisa menebak bahwa gelang ini dari Seok-Hoon. "Lalu, dari siapa kira-kira diffuser ini ?" tanyaku masih penasaran dengan bagaimana Hana dan Sera bisa menebaknya. "Aku menduga diffuser atau snowbal ini dari Kang-Min.. " jawab Sera. "Apa yang membuatmu menduga hal itu... "Di rumah ini, hanya dua orang dengan karakter yang hangat, Yoong-Jae dan Kang-Min, aku menduga hanya mereka berdua yang akan memberikan barang dengan kesan sentimen seperti snowball dan diffuser.. "Bukankah biasanya kesan sentimen didapatkan dari kalung dan gelang ?" tanyaku lagi.. "Aku rasa kesan sentimen seperti itu berbeda... hmm... seperti saat kau mendapatkan snowball atau diffuser kau akan mengingat suatu momen di dalamnya, ada pengalaman sensorik ketika kau dihadapkan pada hadiah seperti itu. Tapi jika kau mendapatkan kalung dan gelang, bukankah kau lebih mendapatkan perasaan 'berkelas' ?" nyata Sera panjang, membuatku sedikit mendapatkan gambaran mengapa mereka bisa menduga hadiah ini dari siapa. Jika 2 pria yang disebutkan oleh Sera benar, aku harus mengacungkan dua jempol pada mereka karena mereka memiliki selera yang bagus. "Bagaimana kita akan membaginya, apakah kita perlu melakukan permainan batu gunting kertas" tanya Bora. Kami pun melakukannya. Aku dapat kesempatan ke-3 untuk mengambil hadiah tersebut. "Aku tertarik pada gelang ini" nyata Hana, yang berkesempatan untuk mengambil pertama "Aku akan mengambil diffuser ini" lanjut Sera yang sejak pertama terlihat menyukai diffuser itu. "Aku pilih snowball". Sebagai orang ketiga yang memilih pilihn ku tidak terlalu banyak, pada akhirnya aku memilih snowball dan tidak kalung itu walau aku sangat menyukainya. Pernyataan Sera ada benarnya, bagiku snowball itu punya kesan yang mendalam. Bagiku, salju memiliki kesan romantis, jika prediksi Sera dan diriku benar, maka harusnya pria yag memberikan hadiah Snowball ini memiliki niat yang serius untuk hubungan. Aku merasa walau aku sekedar mengikuti acara seperti ini, tidak terlalu intens atau bersemangat, aku tetap perlu fokus pada hubungan dan perasaan, aku tidak mau semena-mena pada perasaanku dan hanya fokus pada kesenangan sementara semata. Intinya, aku memang mencari hubungan yang serius. "Aku pilih kalung ini" lanjut Yuri "Baiklah, tersisa gantungan handphone dan tumbler ini untukku" tawa Bora sambil mengambil gantungan handphone dan tumber. Aku yakin ia menertawakan dirinya sendiri. Ia yang memberi usulan permainan gunting kertas itu, dan ia pula yang menjadi orang terakhir yang memilih hadiah.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD