*** Hari-hari berlalu. Una dan Biru semakin dekat. Mereka tidak terpisahkan. Biru bergantung pada Una, dan Una juga begitu. Tanpa Biru ia tidak bisa melanjutkan rencananya. Hari ini kegiatana mereka seperti biasa yaitu berangkat sekolah pagi, dan pulang ke rumah pada siang harinya. Tak sampai jam makan siang juga. Sesuai dengan jam pulang sekolah anak TK. Hari ini Aruna memiliki sebuah rencana. Ia harus bergerak lebih cepat agar menyudahi usahanya ini. Memang menyenangkan bermain bersama Biru, tetapi alangkah lebih enaknya bila mereka bermain sebagai Ibu dan Anak. Bukan pengasuh dan majikan. Una bermaksud membawa Biru ke kantor Arsen ketika jam makan siang hari ini. Ia segera lari ke dapur begitu pulang dari sekolah Biru. Bibi yang heran pun bertanya mengapa Aruna berada di dapur sep

