*** Detik jarum jam terus bergerak. Biru yang tadinya ketiduran kini telah terbangun lantaran Opi yang memintanya. Syukurlah, suhu tubuh Biru perlahan menurun. Tidak lagi panas tinggi seperti tadi. Opi sedikit bernapas lega. Begitu juga dengan Una. “Aden, Papanya mau ngomong. Tapi, sebelum itu aden jangan bilang-bilang tante Una di sini ya, nanti kita dimarahain Papa,” ucap Opi kepada majikan kecilnya itu dengan lembut. Biru yang paham pun menganggukkan kepalanya. Beberapa menit yang lalu Arka menghubungi Opi untuk memantau perkembangan kesehatan Biru. Meski terhalang jarak, tetapi tak membuat Arsen mengabaikan putra semata wayangnya. Arsen selalu ingin tahu bagaimana keadaan Biru, sekaligus ingin bicara pada Ilia karena sejak tadi ponsel perempuan itu tidak bisa dihubungi. Semacam

