"Jangan pulang ke asrama dulu selama kakimu masih sakit, kamu tinggal di rumahku!" suruh Gandi terus memberikan pijatan-pijatan lembut di kaki Bella. Gandi tidak berani menekan pergelangan kaki Bella, dengan kuat. "Baik Om," sahut Bella, terbata! Kemudian, terengah-engah. "Kamu kenapa?" tanya Gandi yang melihat Bella yang rakus menghirup oksigen seolah habis berlari. "Tidak Om." Bella mengelak, tidak mungkin mengakui bahwa dirinya lupa bernafas karena sentuhan pria itu. Gandi, tangannya yang mengusap pergelangan kaki, memberikan getaran yang membuat molekul-molekul, di darahnya. Memacu otak mengeluarkan dopamin yang berkaitan dengan kebahagiaan yang dirasakannya saat ini. "Tidurlah Bella!" suruh Gandi, meski baru jam 19.05 malam. Ia ingin Bella istirahat agar segera sembuh. "Iya Om,

