Zia melirik ponselnya sembari menyusuri jalan fakultas. Hari ini Bambang yang biasa selalu setia untuk mengantar jemputnya kuliah sedang sakit. Pemuda itu mendadak demam setelah pulang dari rumah saudaranya kemarin. Karena itulah, tadi pagi yang mengantar Zia ke kampus adalah Zavier. Sekarang, semua mata kuliahnya untuk hari ini telah selesai. Zia ingin segera pulang. Tapi ia tahu saat ini masih jam kerja Zavier. Zia tidak mungkin menelepon suaminya itu untuk minta dijemput. Meskipun tadi pagi saat mengantarnya, Zavier bilang jika ingin pulang Zia bisa langsung menghubunginya. Jemari Zia bergerak ragu untuk menekan panggilan. Bagaimana kalau Zavier sedang sibuk dan Zia malah mengganggunya? Akhirnya, Zia pun menyimpan kembali ponselnya dan memutuskan untuk pulang dengan taksi saja. Ia mer

