Volume 3 - Part 1

1039 Words
Diruang kerja terlihat Tivani yang sedang sibuk mengurus berkas dokumen tugas penjagaan pesta yang diadakan oleh mentri keuangan itu. "Huft, tidak seperti biasanya... Kali ini benar-benar membuatku pusing !" Sahut Tivani yang sedang melengkapi dokumen tersebut. "Memangnya ada apa Tivani ? Apanya yang sedang kamu pusingkan !?" Tanya Gerald yang tiba-tiba masuk kedalam ruang kerja Tivani. "Bukan apa-apa... Oh, iya tuan Gerald. Nanti malam kau ikut tuan Lucien untuk menjalankan tugas penjagaan pesta yang diadakan mentri keuangan" Ucap Tivani. "Tugas penjagaan ? Mendadak sekali..." Balas Gerald kaget mendengar tugas tersebut. "Ya, aku juga bingung harus bagaimana. Disaat nona Elise sedang sakit begini, tiba-tiba ada permintaan tugas yang cukup sulit seperti ini" Sahut Tivani serta menghela nafasnya. "Apa tuan Lucien menerima tugas ini ?" "Ya, dia yang pertama kali menyetujui tugas ini. Bahkan dialah yang memintaku untuk menyampaikan hal ini kepadamu" Ucap Tivani menambahkan. "Hmm... Aku tidak habis pikir ! Baiklah, aku akan bersiap untuk nanti malam. Apa Hideki sudah tau tentang hal ini ?" Tanya Gerald kembali. "Ya, kata tuan Lucien, dia akan memberitahu tugas ini sendiri kepada tuan Hideki" Jawab Tivani. "Oh, baiklah... Kalau begitu aku permisi dulu" Sahut Geralt dan kembali keluar dari ruang kerja meninggalkan Tivani. Sementara itu dikamar Elise, terlihat Lucien dan Elise sedang asyik mengobrol. Hingga waktu menunjukkan pukul 15.00 dan tidak lama kemudian Lucien meminta izin meninggalkan Elise sendirian. "Ya sudah, aku pergi dulu.... Aku janji besok akan ada disampingmu ketika kau bangun" Ucap Lucien yang sedikit mencoba romantis. "Benarkah ? Awas jika kau berani berbohong, aku pastikan tidak akan ada masa depan lagi untukmu" Balas Elise mengancam. "Iya, aku janji !" Lucien keluar dari kamar tersebut dan segera mencari Hideki diruang pengawas. Dia masuk kedalam ruangan yang penuh dengan layar monitor hampir disetiap sudutnya itu. "Hideki ? Kau sibuk ?!" "Tidak... Ada apa ?" Jawab Hideki kemudian melihat kearah Lucien. "Malam ini ada tugas penting, aku ingin kau ikut denganku" Ucap Lucien menghampiri Hideki yang sedang duduk dikursi. "Tugas ? Mendadak sekali..." "Iya, Tivani sendiri yang mendapat permintaan langsung dari mentri keuangan. Beliau meminta anggota penjagaan dari kelompok kita !" Jawab Lucien menjelaskan. "Apa nona Elise mengetahui hal ini ?" "Tidak, aku menyuruh Tivani untuk tidak memberitahukan hal ini kepada Elise" Balas Lucien kembali. "Baiklah, aku ikut... Apa Gerald juga ikut ?" "Tentu saja, aku juga mengajaknya. Aku sudah meminta Tivani untuk menyampaikan hal ini kepada Gerald" Sahut Lucien menambahkan. "Kita berangkat pukul 18.00 dan segera melakukan persiapan dilokasi..." Ucap Lucien kemudian pergi meninggalkan Hideki diruangan tersebut. Hideki hanya mengangguk melihat Lucien yang keluar dari ruangan itu. Lucien segera menuju ruang kerja menemui Tivani yang sedang berada disana. "Hay Tivani, bagaimana dengan berkasnya ? Apakah Gerald setuju dengan tugas ini ?" Tanya Lucien. "E-Eh... Tuan Lucien, ya berkasnya tinggal saya kirim kembali ke mentri keuangan. Dan tuan Gerald siap berangkat kapan saja !" Jawab Tivani yang nampak sedang mengirimkan berkas dokumen tersebut melalui Email. "Bagus kalau begitu, aku akan kemarku. Serta, tolong kamu siapkan jadwal untuk pukul 18.00 nanti. Kami akan berangkat pada jam tersebut" Sahut Lucien dan pergi meninggalkan Tivani diruang kerja. Lucien segera menuju kamarnya, melewati dapur dia melihat Anna dan Akki yang sedang menyiapkan sebuah hidangan. "Hey Anna, Akki... Kalian sedang membuat apa !?" Tanya Lucien melihat kedua bersaudara itu yang nampak sibuk. "Hey tuan Lucien, kami sedang membuat bubur kentang" Jawab Akki yang nampak sedang memotong daun seledri. "Iya tuan, bubur kentang untuk nona Elise. Apakah anda ingin mencicipinya juga ?" Tanya Anna sembari menawarkan bubur tersebut kepada Lucien. "Wah, tentu saja mau... Jika itu memang diperbolehkan" Ucap Lucien dengan senang hati. "Hmm... Tentu saja boleh tuan" Anna segera mengambil mangkuk berukuran sedang dan menisinya dengan bubur kentang tersebut. Sedangkan Lucien telah duduk disalah satu kursi meja makan. Anna kemudian datang membawakan semangkuk bubur kentang dengan menggunakan sebuah nampan. "Aku makan ya... Selamat makan !" Ucap Lucien dan segera memakan bubur kentang tersebut. "Hmm..." "Ini enak, gurih, dan meleleh didalam mulut. Rasa dari kaldu ayamnya juga masih terasa, hmm... Sempurna !" Lucien terlihat sangat menikmati bubur kentang tersebut hingga lupa untuk minum. Akki kemudian datang membawa segelas air putih dingin untuk Lucien. "Silahkan diminum dulu tuan..." Sahut Akie memberikan segelas air putih. "Hmm... Iya Akki maaf telah merepotkan, dan terima kasih..." Lucien mencoba berbicara dengan mulut yang masih penuh dengan bubur kentang. Dan dia meminum air tersebut, hingga tersisa setengah segalas. "Pelan-pelan tuan..." Anna memperhatikan Lucien yang tergesa-gesa meminum segelas air tersebut. Lucien kemudian menghentikan sejenak makannya. "Oh iya, Anna, Akki... Malam ini aku ada tugas penting. Aku mohon kalian bisa temani Elise dan jaga jangan sampai keluar kamar" Ucap Lucien meminta bantuan kepada kedua bersaudara itu. "Eh... Tugas penting ?" Anna kaget. "Mendadak sekali tuan..." Akki melanjutkan. "Ya, ini cukup rumit. Hingga membuat Tivani kebingungan. Sekali lagi tolong hibur Elise dan jangan biarkan dia keluar kamar" Sahut Lucien. "Baik tuan, serahkan kepada kami !" Anna mengangguk dan diikuti oleh Akki disampingnya. "Kami akan menjaga nona Elise !" Ucap Akki. "Baguslah, terima kasih Anna, Akki... Aku kembali kekamarku dulu, aku harus bersiap-siap terlebih dahulu" Ucap Lucien dan segera beranjak dari ruang makan menyisakan mangkuk kosong serta bergegas menuju ke kamarnya. Lucien tiba didepan kamarnya dan membuka pintu kamar tersebut. Dia masuk dan segera menyiapkan segala perlengkapan keamanan untuk dirinya sendiri. Dia juga terlihat sangat ahli dalam menyiapkan segala yang berkaitan dengan persenjataan. Lucien melihat kearah jam diponsel miliknya, menunjukan pukul 16.40 dan hari sudah mulai senja. "Cepat sekali hari ini... Aku harus segera menyiapkan peralatan yang dibutuhkan" Sahut Lucien. Diruang kerja terlihat Tivani telah selesai mengirim berkas dokumen tugas kepada mentri keuangan. Kemudian Akki datang membawa semangkuk bubur kentang dan segelas air putih dingin. "Permisi nona Tivani, maaf mengganggumu... Silahkan beristirahat sejenak, ini ada bubur kentang untuk mengisi perut anda kembali" Sahut Akki dengan sopan. Dia memberikan bubur tersebut kepada Tivani, menaruhnya diatas meja kerja didepan asisten Elise itu. "Terima kasih, Akki... Kebetulan perutku sedang kosong" Balas Tivani serta segera menghentikan pekerjaannya sejenak. "Silahkan dimakan nona..." "Iya, tentu saja... Terima kasih Akki !" "Hmm..." Tivani langsung mengambil bubur tersebut, dia terlihat meniup pelan sesendok bubur dan memakannya. Satu sendok dan terus berlanjut, Tivani nampak sangat lapar dan diminumlah segelas air dingin yang menyegarkan itu. "Bubur ini sangat enak, sekali lagi terima kasih Akki !" Ucap Tivani kepada Akki.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD