Diluar Rencana

1122 Words

Sejak subuh Raimas sudah bersiap pulang. Ia membangunkan Ibnu suaminya yang masih nyenyak. "Padahal dia yang mau kerja, kenapa malah dia yang susah di bangunkan" Raimas ngedumel. "Kak, aku duluan pulang ya, aku naik taksi aja deh ya kalo kaka masih betah" Raimas beranjak dari duduknya, tiba-tiba tangannya di tahan, ia limbung kembali duduk di pinggir tempat tidur. "Lima menit lagi sayang, tunggu aku, jangan pulang sendiri" Ibnu memberi kepastian tanpa membuka mata. "Maksud kakak lima menit apa? Tidur atau kita pulangnya, lama nih" Raimas sudah tidak sabar. "Lima menit lagi aku tidur" Ibnu menarik Raimas untuk ikut berbaring dan memeluknya erat dari belakang. Raimas berdesir, wajar jika Ibnu masih merasa lelah, semalam suaminya tidur di sofa, dan pindah setelah istrinya terbangu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD