Waktu sidang pun akhirnya tiba, empat sekawan ini sidang dalam waktu yang hampir bersamaan. Dalam satu minggu maraton setiap hari dimulai dari Richam, Azka, terakhir Khadijah dan Raimas di hari yang sama. Suasana persidangan begitu menegangkan, tumpukan kertas di bebagai penjuru lorong kampus hampir beserakan, karenya tidak hanya mereka yang melakukan sidang hari itu. Ada yang berulang kali membuka tutup naskkah yang dipegangnya, ada yang berkomat-kamit berdoa untuk kumudahan dan kelancaran sidang hari ini. Adapula yang bolak - balik jalan ke depan ke belakang mengatasi rasa gugupnya. Atau yang hanya sekedar mengobrol ria dengan teman seperjuangan. Begitupun dengan Raimas, ia gugup menunggu giliran memasuki ruangan sidang yang menegangkan. "Rai, semangat, deg-Degan gak lo?" Khadija

