Harapan Palsu

1194 Words

Kini keduanya duduk menikmati ombak yang tenang. Indra tak pernah meluruhkan senyumnya. Sejak sampai di pantai, dan kini sore sudah bersiap berganti malam, ia pun terus tersenyum. “Sekali lagi makasih banyak Rai,” ungkap Indra. Saat ini ia sangat bahagia, perjuangannya terbayar, Raimas yang begitu dicintainya menerima lamarannya yang selama ini diolak dengan barbagai alasan. “Aku bahagia banget, semoga kita terus sama-sama, aku cinta banget sama kamu Rai,” ia mengungkapkan isi hatinya lebih dalam. “Maaf,” satu kata yang mampu membuat senyum Indra hilang seketika. “Maaf?” bukan kata itu yang Indra harapkan keluar dari mulut Raimas. Raimas hanya menganggukkan kepala, lalu menundukkan pandangannya ke pasir. Mencari kata yang tepat untuk mengutarakan isi hatinya. Inginnya tidak menyak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD