Kellan menatap pada gedung perusahaan yang berada di depannya. Dia sudah menyiapkan semuanya. Mental, hati, dan keyakinan teguhnya untuk melamar sang pujaan hati hari ini. Dua hari yang lalu, dirinya sudah meminta tolong pada Sonya, dan gadis itu begitu semangat menolong dirinya. Beruntung Kellan masih ada yang mau menolongnya. Tidak seperti Febri yang tak mau menolongnya, dan mengatakan kalau Kellan harus berjuang jangan meminta bantuan orang lain! Memang sahabat laknat! Kellan mengambil ponselnya, dan mulai menghubungi Sonya. Untung diangkat oleh gadis itu, dan mengatakan beberapa menit lagi, Sonya akan membawa Febi turun ke lantai bawah. Ya Tuhan! Kuatkan dirinya. Jangan sampai ini menjadi kejadian memalukan! Mau ditaruh di mana wajah tampannya nanti? Kellan yang merasakan ponselnya

