Bab 10

2006 Words

Febi menatap pada Kellan yang memakai setelan kerjanya. Pria itu begitu tampan. Mereka belum kembali ke Indonesia. Febi juga ingin menemani Kellan di sini. Ahh, kemana dirinya selama ini? Tidak pernah sadar dengan ketampanan Kellan. Dasar bodoh! Dirinya sungguh tidak bisa melihat wajah tampan dan gagah milik suaminya. Suami? Kata itu seakan mampu membuatnya tersipu malu. Sialan! Febi berdeham pelan, berjalan mendekati Kellan. Melihat dasi pria itu terpasang miring. "Aku akan memperbaikinya. Seorang atasan tidak mungkin datang dengan dasi tidak rapi seperti ini!" Kata Febi menepuk pundak Kellan. Kellan yang mendengar ucapan istrinya mengulum senyumnya. Dia begitu senang, Febi yang sudah mulai menerima dirinya sebagai suami gadis itu. "Aku pergi dulu. Kalau kau butuh sesuatu, kau bisa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD