Perasaan tak Biasa Bayu

1389 Words

Bayu menatap Bastian dengan sorot mata yang tak terbaca, seakan angin sunyi berembus di antara mereka, membawa pertanyaan yang belum terjawab. Di wajah Bastian, tergambar kebimbangan yang menyerupai gelombang halus di permukaan danau saat senja mulai menelan cahaya. “Sesuai dengan kesepakatan kami bersama, Bas,” ucap Bayu, suaranya berpendar seperti gema yang terseret angin. “Hanna harus merelakan anaknya untukku dan Nadhira. Dia hanya akan melahirkan. Namun, bagian membesarkan anak itu adalah milikku, juga milik Nadhira, istriku.” Sejenak, ruangan itu terasa semakin sempit bagi Bastian. Ia menelan salivanya dengan berat, seakan butiran kata-kata yang ingin ia ucapkan tersangkut di kerongkongan. Mata sayunya menatap Bayu, mencari celah, mencari sesuatu yang bisa ia genggam dari kep

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD