Kalea sempat frustasi ketika beberapa kali menekan bel tapi pintu tidak kunjung dibuka. Wanita itu pikir kalau Juan sudah mengintip dari lubang kecil yang ada di pintu dan setelah mengetahui kalau dirinya ada di depan pintu, pria itu jadi enggan membukakan pintu untuknya. “Sepertinya dia benar-benar marah padaku sampai tidak membukakan pintunya.” Sambil membuang napas kasar wanita itu berbalik dan melangkahkan kakinya untuk kembali ke apartemennya. “Kal, apa lo tadi yang pencel bel apartemen gue?” Suara itu berhasil menyadarkan Kalea dari lamunannya hingga ia menoleh dan mendapati pria itu dengan rambutnya yang setengah basah. “Iya gue tadi yang pencel bel tapi gue kira....” “Sorry gue tadi lagi mandi,” potong Juan yang tidak ingin membuat wanita itu salah paham terhadapnya, menginga

