Keesokan harinya. Fabiano menatap Flavia dengan penuh kasih saat mereka duduk di ruang tunggu dokter kandungan. Ruangan itu dipenuhi dengan suara bisikan pasangan lain yang juga menunggu giliran. "Kamu yakin kita siap untuk ini, sayang?" tanya Fabiano, meraih tangan istrinya. Flavia tersenyum, "Lama aku juga tidak menggendong bayi." Seorang perawat memanggil nama mereka, dan mereka berdua berdiri, berjalan menuju ruang konsultasi. Dokter Miranda, seorang wanita paruh baya dengan aura yang menenangkan, menyambut mereka dengan senyum hangat. "Selamat datang, Fabiano dan Flavia. Mari kita bicara tentang program bayi tabung yang kalian pertimbangkan," ujar Dokter Miranda sambil menunjuk ke arah kursi. Fabiano duduk, menarik napas dalam-dalam. "Kami serahkan semuanya kepadamu, Dok." Flav

