Keesokan harinya. Fabiano menatap Flavia dengan senyum penuh kebanggaan. Mereka berjalan berdampingan menuju kantornya. Hari itu, Fabiano ingin memperkenalkan Flavia sebagai istrinya kepada bawahannya, supaya mereka tidak lupa jika istri Fabiano sudah ganti. "Flavia, kamu siap?" tanya Fabiano, mencari konfirmasi. Flavia mengangguk, "Siap. Sedikit gugup, tapi aku siap." Mereka tiba di kantor. Fabiano membuka pintu, mengungkapkan ruangan yang penuh dengan orang-orang sibuk. Semua mata tertuju pada mereka. "Perhatian semua!" seru Fabiano, suaranya memenuhi ruangan. Para karyawan menghentikan pekerjaan mereka, menoleh dengan rasa penasaran. "Ini Flavia, istriku. Mulai hari ini, dia akan menjadi bagian dari keluarga kita di sini," lanjut Fabiano dengan bangga. Beberapa karyawan tampak ka

