Ludovic merasa sesak di d**a saat ia melihat ibunya, Flavia, duduk sendirian di ruang tamu dengan wajah yang pucat dan matanya yang bengkak. Rasa khawatir langsung melanda hatinya. "Mah, apa yang terjadi?" Ludovic bertanya dengan suara yang penuh kekhawatiran ketika dia mendekati ibunya. Flavia mengangkat wajahnya yang penuh dengan air mata dan mencoba tersenyum lemah. "Oh, Ludovic, kamu sudah pulang," katanya. "Ya, tentu saja, Mah," Ludovic menjawab, mencoba untuk tetap tenang. "Apa yang terjadi? Kenapa kamu menangis?" Flavia menghela nafas dalam-dalam sebelum akhirnya menjelaskan, "Tadi pagi, aku pergi ke kota untuk berbelanja. Sialnya, aku bertemu dengan Fabiano di sebuah kafe." "Sepertinya dia berusaha mengejar kita kembali," jelas Flavia. Ludovic merenung sejenak. Dia tidak tah

