Bab29: Saingan baru

1090 Words

1 tahun kemudian. Fabiano memarkir mobilnya di depan kafe yang ramai, matahari pagi menambah hangat suasana. Dia melangkah masuk, mencari sosok yang sudah lama tak dilihatnya. Di sudut sana, Ludovic sedang sibuk mengelap meja dengan punggungnya yang tegap terhadap pintu. "Hei, Ludo!" seru Fabiano, suaranya mencoba menembus keramaian kafe. Ludovic menoleh, wajahnya yang biasanya cerah langsung berubah mendung. "Apa yang kamu lakukan di sini?" katanya. Fabiano menghampirinya, mencoba mempertahankan senyum. "Aku hanya ingin melihat bagaimana anakku bekerja. Kamu terlihat hebat dengan celemek itu." Ludovic menaruh kain pel ke atas bahu. Fabiano menarik napas, tahu ini tidak akan mudah. "Ludo, aku hanya ingin..." "Apakah Elle baik-baik saja?" Ludovic memotong, mengalihkan topik. "Ya, di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD