"Kenapa kamu memasang wajah jelek? Memangnya aku akan kasian kepadamu?" tanya Fabiano. Ludovic mengusap air matanya dan terus memandang wajah papa kandungnya, andai dia bisa mengatakan jika pria itu adalah papa kandungnya pasti hatinya akan senang sekali. Sayangnya Ludovic sudah berjanji kepada sang mama jika tidak akan mengungkit masalah papa kandungnya lagi. Kakek datang dan melihat cucunya menangis, sedangkan Fabiano sudah keluar dari kedai es krim tersebut, mata Ludovic masih memandang ke arah Fabiano sampai pria itu masuk ke dalam mobilnya. Selina mengambil sejumlah uang dan dia berikan kepada bocah kecil tersebut, suaminya memang punya kesabaran setipis tisu dan tidak bisa membayangkan jika punya anak sendiri akan bagaimana. "Maafkan suamiku! Ini uang untukmu, sekali lagi aku m

