Keesokan harinya, matahari menyapa pagi dengan sinar hangatnya yang menyelinap lewat jendela kamar Ludovic. Di usianya yang ke-19, ia sudah terbiasa melakukan segala sesuatu sendiri, termasuk menyiapkan sarapan. Pagi itu, ia memutuskan untuk membuat omelet sederhana, mengocok telur dengan sedikit garam dan merica, lalu menuangkannya ke atas panas wajan. Aroma masakan memenuhi dapur kecilnya, memberikan rasa hangat dan familiar. Sambil menunggu omeletnya matang, Ludovic mengambil ponselnya dan mengecek pesan masuk. Ada satu pesan dari ayahnya, Fabiano, yang mengiriminya foto. Foto itu menunjukkan kedua orang tuanya, Flavia dan Fabiano, yang sedang berbulan madu. Mereka terlihat bahagia, tersenyum lebar di depan latar pantai yang indah. Flavia, ibunya, tampak bercahaya dengan gaun musim pan

