Bab25 : Sebuah keputusan

1038 Words

Elle terbaring di tempat tidurnya, air mata mengalir dari matanya yang lelah. Dia merasa begitu kebingungan dan terluka oleh pertengkaran orang tuanya. Masa lalu yang baru saja terungkap membuatnya merasa tak pasti tentang banyak hal. Dalam kegelapan kamarnya, Elle mendengar langkah pelan mendekat. Pintu kamarnya perlahan terbuka, dan Fabiano masuk dengan wajah yang penuh penyesalan. Dia duduk di sisi tempat tidur Elle, mencoba meraih tangan gadis kecil itu dengan lembut. "Elle, sayang," kata Fabiano dengan suara lembut. "Aku ingin minta maaf. Aku sangat menyesal telah membuatmu marah dan sedih." Elle membalikkan tubuhnya, tetapi tidak menatap wajah ayahnya. Dia masih merasa terluka oleh apa yang baru saja terjadi. Fabiano mencoba lagi. "Kamu tahu, Elle, meskipun kita tidak memiliki hu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD