Bab 24 : Pertengkaran hebat

1361 Words

Keesokan harinya. "Ludo, ini seragammu," ujar Fabiano, mengulurkan pakaian abu-abu yang masih terlipat rapi. Ludovic mengambilnya, serius. "Makasih." "Papa harap kita bisa sering bertemu di sini. Jika butub apa-apa bilang saja pada Papa "Baiklah." Ludovic memakai seragam itu, agak kebesaran di bahu. "Mulai besok, kita sepulang bekerja makan bersama dulu. Jangan telat," Fabiano menambahkan sebelum meninggalkan ruang ganti. Di kantin, Fabiano sudah menunggu dengan dua cangkir kopi menguap, dia lantas memanggil Ludovic dan menyuruhnya meminum kopi itu dulu. "Bagaimana hari pertamamu, Ludo?" tanya Fabiano sambil menyerahkan satu cangkir kopi. "Lumayan, Pah," jawab Ludovic, tersenyum getir. Ludovic mendorong gerobak pembersihannya menyusuri koridor yang sunyi. Di ujung lorong, dia ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD