Bab 27 : Terjebak perasaan

1051 Words

Fabiano menatap lembaran kertas di meja pengacaranya, menghela nafas berat. Ruangan itu sunyi, hanya suara pena yang beradu dengan kertas. "Kamu yakin ingin melanjutkan dengan ini, Fabiano?" tanya pengacaranya dengan nada yang berusaha netral. Fabiano mengangguk, "Ini yang terbaik, untuk kami berdua." "Baiklah, aku akan mengajukan berkasnya hari ini juga." Di sisi lain kota, Selina duduk di kafe favoritnya, menyeruput kopi sambil menatap layar ponselnya. Berita tentang perceraiannya dengan Fabiano sudah menyebar luas. Teman baiknya, Marissa, duduk di hadapannya, "Media benar-benar gila, ya? Kamu baik-baik saja?" Selina tersenyum pahit, "Aku akan baik-baik saja. Yang menggangguku adalah... Ludovic." Marissa mengernyitkan dahi, "Anak Fabiano dari...?" "Iya, dari wanita itu. Dia tida

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD