“Kita tidak bisa biarkan ini terus berlanjut, Flavia. Anak-anak kita, mereka sepertinya saling menyukai.” Mata Flavia melebar, terkejut, namun secercah pemahaman mulai terbit di dalamnya. “Namun, itu tidak mungkin.” Fabiano memegang tangan wanita itu, pandangannya penuh penyesalan. “Elle bukan anak kandungku, Flavia. Flavia menarik napas tajam, air mata menggenang di pelupuk matanya, “Kamu berarti, Elle...” Kejutan di wajah Flavia berubah menjadi kecemasan. “Fabiano, bagaimana kita bisa menjelaskan ini pada mereka? Cinta yang mereka rasakan...” “Kita harus jujur dengan mereka, Flavia. Lebih dari siapa pun, mereka berhak tahu. Kita tidak bisa membiarkan cinta terlarang ini berlanjut. Kebenaran mungkin akan menyakitkan, tapi itu lebih baik daripada kebohongan yang akan menyiksa jiwa mer

