William pun mengajak ku berkeliling Kota Paris,sungguh pemandangan yang sangat luar biasa.Ia mengajak ku ke sebuah Mall yang terdapat di kota ini.
William berjalan duluan di depanku dengan santainya.Lama kelamaan ia mulai sadar akan diriku yang masih berjalan jauh di belakangnya.
"Bell.. Bella buruan jalannya!" ujarnya menunggu ku yang masih berjalan pelan sambil melihat-lihat di sekeliling ku.
"Iya bawel bentar!" ujarku kesal dengannya.
"Ayo, ikut aku ke Toko baju yang di sana!" tunjuk ya ke arah Toko yang berlambang Chanel.Sontak saja membuatku terkejut dan langsung memegang lengannya.
"Kenapa Bell?"
"Gak usah kesana!"
"Ayolah.. " ujarnya seraya menarik tangan ku pelan untuk mengikuti ya.
Kami pun di sambut ramah oleh salah satu staff perempuan di Toko itu.William pun mengajakku untuk mencari pakaian-pakaian bagus untuk ku kenakan.
Ia pun menyuruhku untuk mengepaskan baju yang ia pilih ke ruang ganti,aku pun menurut kepadanya.Perlahan aku mengganti bajuku dengan Dress hitam yang di pilih oleh William dengan model kain yang menutup dari dadaku hingga ke tumit kaki ku.Aku merasa terlihat aneh melihat diriku di sebuah cermin besar menggunakan Dress yang terlampau elegan ini.
"Cobalah keluar Bell, aku ingin melihatmu menggunakan ya." ujar William di balik ruang ganti.Aku pun perlahan keluar dari ruang ganti.
"Ba-bagaimana menurutmu?"
"Anda sangat cantik nona" ujar salah satu staff yang membantu William memilih pakaian untukku.
"Benar sekali Bell, sangat cantik... " ujarnya memandangku yang mulai tersipu malu karena perkataan ya.
"Oke, aku akan membeli gaun ini juga." ujarnya yang membuatku tercengang karena waktu di ruang ganti tanpa sengaja aku melihat harga Dress ini di lebel sekitar 1.762,88 USD , Sontak saja aku membelalakan mataku melihat nominal uang yang tertera disana.
Segera aku menghampiri William dan berbisik di telinganya.
"Jangan beli dress ini Will!" tegas ku sembari berbisik kepadanya.
"Kenapa?" ujarnya heran.
"I-ini sangat mahal!" ujarku geregetan melihatnya yang santai.
"Tenang saja sayang, aku akan membeli semua baju yang ada disini!Hmm... lebih bagus lagi kalau ku pindahkan saja seisi Toko ini ke rumah kita." ujarnya tersenyum seraya berbicara agak keras dan para staff disana terkejut sekaligus senang karena pakaian serta sepatu-sepatu disini akan di borong oleh William.
Aku hanya terdiam pasrah tanpa kata.'Sebenarnya apa sih yang dia pikirkan!' ungkap ku dalam diam dan merasa kesal oleh tingkah ke pameran ya lagi.
Aku pun segera berganti baju kembali,aku mulai duduk melihat para staff mondar mandir membungkus segalanya dan William di depan kasir tersenyum dengan sombongnya melirik ke arahku.
'Haduh!Sepertinya salah diriku telah mengajaknya jalan!' ucapku menepuk kening ku pelan.
Saat aku sedang duduk tidak sengaja aku mendengar dua pegawai yang sedang sibuk mengemas barang-barang berbisik-bisik di belakang ku.
"kamu tahu kan dia adalah pak William yang kemarin masuk berita."
"Oh iya aku tahu, dia pengusaha terkenal di semua negara itu kan."
"Aku kasian dengan istrinya, bisa-bisa ya dia membawa simpanan ya kesini berbelanja."
"Ah masa itu simpanan ya?"
"Iya, kamu tidak lihat waktu di berita pernikahan pak William istrinya terlihat biasa saja cuman gaun pernikahan ya saja yang mewah dan yang sekarang di bawa oleh pak William wanita yang sangat cantik dengan gaya yang kasual,pastilah itu bukan istrinya melainkan kekasih simpanan ya."
"Pasti dia hanya mengincar harta pak William."
Aku pun segera menoleh kepada mereka dan mereka langsung pura-pura tidak melihatku sambil merapikan bungkusan yang tersisa.'Jadi waktu di pernikahan,aku terlihat jelek?tapi..memang benar sih waktu itu aku tidak mau sama sekali berdandan agar William tidak suka denganku.' pikirku mengingat diriku di hari pernikahan lalu.Aku pun jadi Badmood gara-gara pembicaraan mereka.
"Ayo Bell.. " ujar William menghampiri ku dan sekilas aku melirik mereka yang menatap ku dengan berbisik lagi.Aku mulai tidak suka suasana disini,William menyadari akan perubahan sikapku.
"Ada apa bell?"
"Ehmm tidak apa-apa."
"Baiklah, ayo kita kekasir dulu sebentar membayar semuanya."
Segera saja William mengeluarkan Black card milik ya dan melihatku yang masih badmood.William pun mulai menyadari sesuatu hal karena dia melihat dua orang pegawai masih berbisik-bisik sambil melihat ke arah kami.
"Ehmm.. istriku sayang, bagaimana menurutmu pakaian yang ada disini?" tiba-tiba William mengatakan hal yang membuat ku sedikit terkejut dan sekilas ku melihat kepada mereka yang berbisik-bisik tadi mulai gelagapan merasa ketangkap basah oleh William sedang membicarakan ku.
"Sangat bagus sayang." ujarku mengikuti William.
"Anda sangat cantik sekali nona." ujar staff wanita di kasir memujiku.
"Itulah yang membuatku jatuh cinta kepadanya!" ujar William tersenyum kepada para staff itu dan membuatku berhasil tersipu malu.
"Haha Anda sangat beruntung nona mendapatkan suami seperti tuan William." ujarnya menimpali.
"Terimakasih, semoga Anda juga mendapatkan pasangan yang tulus mencintai anda." ucapku sangat tulus dan membuat William terdiam menatapku.
"Terimakasih nona atas doa ya dan ini tuan Black card ya." ujar staff itu yang langsung menyadarkan lamunan William.
Aku dan William pun keluar dari Toko itu dan kami tertawa bersama karena memberi pelajaran kepada salah satu pegawai di Toko tersebut.
"Kamu ini will.. kasian mereka." ujarku mulai merasa kasian melihat raut wajah mereka yang pucat karena perkataan William.
"Biarkan saja.Habis dia bilangin kamu simpananku!"
"Hmm..tapi kan ada benar ya." ucapku spontan.
"Maksudmu Bell?" ujar William berhenti berjalan memandangku.
"Kan pernikahan kita cuman kontrak Will sama saja aku bukan seperti istrimu." ujarku menjelaskan.
"Gak dong,pernikahan kita sah Bell,Tercatat negara!cuman landas ya kesepakatan!" ujarnya tiba-tiba marah dan berjalan meninggal kan ku di belakangnya.
'kok marah sih!Ah tahu deh, gak ngerti lagi!' pikirku yang mulai jengah lagi melihat tingkahnya.
Kami pun akhirnya pergi naik mobil menuju ke pantai Grande Plage Les Sables d'Olonne Di Côte de Lumière, dan kami menempuh perjalanan yang tidak sebentar menuju pantai ini.Di perjalanan aku sempat tertidur sebentar di dalam mobil.
"Bell.. Bell.. Bella"
Sayup-sayup aku mendengar suara William yang berusaha membangunkan ku. Aku pun perlahan-lahan mulai mengerjapkan mataku melihat suasana mulai senja di sekitarku.
"Apakah kita kemalaman Will?"
"Tidak apa tenang lah, disini ada beberapa hotel jadi kalau kemalaman kita menginap disini saja." ujarnya menjelaskan kepadaku lalu mengajakku keluar mobil untuk ber jalan-jalan menikmati suasana pantai di malam hari.
Aku pun berjalan bersamanya menyusuri pinggiran pantai, menikmati setiap desiran ombak dan semilir angin yang berhembus menerpa rambutku yang terurai.
"Ayo, duduk disini Bell." ujar William mengajakku duduk di sebelahnya.
Aku sangat menikmati suasana pantai seperti ini di temani cahaya rembulan dan bintang sungguh indah pemandangan disini.
Ada beberapa pasangan dan keluarga yang masih berada di pantai ini, ada yang sedang BBQ, ada juga yang berfoto sana sini.
"Bagus kan pantai ya Bell?"
"Iya sangat indah sekali William."
"Wah berarti tidak sia-sia perjalanan jauh kita menuju kesini kan?" ujarnya menggoda ku.
"Kamu menyindir ku secara halus ya karena aku sempat tertidur." ucapku cemberut.
"Haha gak kok.Aku tahu pasti kamu lelah Bell.Oh iya disana ada penjual cemilan, apa kamu mau ku belikan sesuatu?" tanya ya kepadaku.
"Boleh tapi jangan harga yang mahal!" ku peringatkan dia sebelum membuat diriku terkejut lagi.
"Oke sebentar ya, aku kesana dulu."
William pun pergi meninggalkan ku sendirian yang masih duduk menikmati desiran air laut.
Lama aku menunggu William namun dia tidak balik-balik ke tempat ku menunggu.Aku putuskan untuk menyusulnya kesana, dari jauh aku melihat William sedang berbincang dengan seorang wanita.Mereka tertawa dan akhirnya wanita itu mencium pipi kiri William dan berlalu pergi.Tiba-tiba aku merasakan sakit yang menjalar ke dadaku.'kenapa ya aku?Apa aku terkena penyakit jantung?' pikirku mulai menekan dadaku untuk memeriksa apakah sakit atau tidak.William pun melihat ku dan menghampiri ku, ia bingung melihat tingkahku.
"Ada apa Bell?"
"Gak tahu Will tiba-tiba dadaku sakit tapi gak tahu karena apa? Apa aku kena penyakit jantung ya?" ujarku bingung menatap William
"Seriously?!" ungkapnya lebih terkejut dariku.
"Haha.. Gak kok bercanda Will."
"Huuuh.. kamu ini Bell bikin aku panik!" ujarnya terlihat lega.
"Aku capek loh Will nungguin kamu disana."
"Ohh iya, maaf maaf.Tadi ngobrol sama temanku ternyata dia sedang liburan juga disini."
"Oh.. pantesan lama." ujarku ber-oh ria sambil mengambil cemilan yang ada di tangannya berupa hamburger dan minuman kaleng.
Kami pun duduk kembali di pinggiran pantai sambil menikmati cemilan ringan kami.
"Bell tadi aku udah pesan hotel untuk malam ini kita tidur... "
"Terus??"
"Tapi ternyata hanya ada 1 kamar yang tersisa karena weekend jadi udah banyak yang pesan.Tidak apa-apa kan?"
"Oke tidak masalah kita pakai pembatas guling saja." jawabku santai.
"Ide berlian mu muncul lagi Bell." ujarnya tertawa di akhir perkataan ya, aku pun ikut tertawa juga.'Benar ya kata orang-orang kalau tertawa itu bisa menular.' pikirku sekilas.
Setelah lama berada di pantai dan malam semakin larut akhirnya kami memutuskan segera menuju hotel untuk beristirahat.
****** ********* ******* ******
*Di dalam kamar hotel*
Kami berdua terdiam dan saling menatap seraya melihat kembali ke kasur kami yang tidak terdapat guling melainkan hanya 2 bantal, di kamar ini pun tidak terdapat sofa panjang.
"Hotel apa yang tidak ada gulingnya!" ujarku sedikit kesal.
"Hmmm.. pakai bantal ku saja Bell, tidak apa-apa aku tidak menggunakan bantal." ujar William seraya duduk di pinggiran kasur.
"Sudahlah tidak usah pakai pembatas,kita jaga jarak saja.Oke?"
"Hah?jangan Bell.. kamu membuatku tersiksa.. " ujarnya berkata pelan di akhir kalimat.
"Apa tadi kamu bilang?"
"Ah gak ada kok." ujarnya tersenyum langsung berbaring.
"Baiklah kalau begitu kita bergantian mandi ya.Aku duluan mandi!"
"Tapi Bell... "
"Tenang.Aku akan berganti baju langsung di kamar mandi jadi tidak masalah kan?"
"O-oke."
Aku pun langsung bergegas mandi dengan cepat agar selesai karena takut-takut William akan membuka pintu.Akhirnya setelah mandi aku langsung menggunakan baju Pajamas ku yang pendek dalam keadaan rambutku masih basah karena ku keramas.
Aku pun keluar dan membuat William terkejut.
"Kenapa Will?"
"Eh.. Eh.. tidak apa-apa!" ujarnya gelagapan langsung menuju kamar mandi.
Aku pun hanya geleng-geleng saja melihat tingkahnya yang semakin unik menurutku.Aku duduk di pinggiran kasur dan mencoba mengerikan rambutku menggunakan handuk kecil.Sekilas ku melihat William sudah keluar dari kamar mandi menggunakan celana pendek dan belum memakai kaos ya, terlihat cukup jelas otot otot perut ya 'sixpack sekali! pasti dia rajin olahraga.' pikirku ber travelling kemana-mana dan akhirnya ia menggunakan kaos ya.
Ia menghampiri ku yang masih mengerikan rambutku.
"Sini biar ku bantu." Ucapnya seraya membalikkan badanku dengan posisi membelakangi ya.
"Terimakasih Will."
"Tidak masalah Bell, kamu adalah istriku." ujarnya sambil mengerikan rambutku dengan handuk.
'Sudah berapa kali kamu mengatakan istriku,William jangan buat aku berharap.' pikirku dengan gundah.
"Nah sudah selesai Bell." ujarnya menatapku.
"Terimakasih Will, kalau gitu aku tidur duluan ya Will." ujarku untuk menenangkan perasaan ku.
"Baiklah Bell, aku juga ingin segera beristirahat.Selamat malam Bell." ucap William kepadaku dan langsung tidur membelakangi ku.
"Selamat malam juga William." ujarku seraya menghadap membelakangi ya juga.
'Akan kah kebersamaan ku dengan William bisa seperti ini lagi?Harus kah aku berharap?' pikirku dalam diam dan perlahan-lahan aku mulai terlelap, dan di dalam tidurku aku seperti merasakan sesuatu yang hangat mengelus-elus kepala ku dengan lembut.