Bukan orang gila

2438 Words

Sepeninggal Alana, Rafael masih termenung sambil memikirkan apakah ia akan menerima syarat yang diberikan oleh gadis itu. Di tengah-tengah lamunannya, ponsel di atas meja tiba-tiba saja berbunyi. Begitu melihat siapa yang menelepon, Rafael seketika merasa enggan untuk mengangkat panggilan tersebut. Ia biarkan ponselnya meraung-raung beberapa saat, hingga mati dengan sendirinya. Namun tak berapa lama kemudian ponsel itu kembali berdering, memutar-mutar di atas meja. Merasa terganggu, Rafael dengan penuh keterpaksaan pun mengangkatnya. "Rafa, apa kamu sedang sibuk, Sayang?" tanya Cassandra begitu sang putra menjawab panggilannya, meski belum sempat ia mengucapkan sepatah kata pun. "Ma..." "Kamu datang sekarang ke butik Diamondezza, mama dan Arnetta akan nunggu kamu buat fitting baju re

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD