"Tak pernah ada hal sempurna yang datang dalam kehidupanku seperti saat aku bersamamu dulu. Meski kusimpan rapat, percayalah itu memang kenyataan yang ada." ~Gladys Amara. *** "Pris!" Lambaian tangan Glayds menyentuh udara. Menaikkan tangan lebih tinggi, perempuan itu melebarkan bola mata dengan tatapan senang luar biasa. Mendapati seseorang baru saja PPmendorong pintu kaca yang berada di sayap kiri ruangan, yang sekaligus membuat penantian Gladys sejak beberapa belas menit lalu akhirnya berakhir. Mendekat, Priscillia menunduk untuk memberi satu pelukan hangat bagi sahabatnya tersebut. Gladys sendiri bangkit separuh tiang, membalas pelukan Priscil dengan kehangatan yang sama. Hangat khas sahabat yang tak dapat lagi bertemu setiap saat kini. "Udah lama, Glad?" Menarik kursi, Priscil

