PART 13

2049 Words

Geundis mencoba memberanikan diri walau rasa takut yang sedang dia rasakan tak bisa dipungkiri. Kedua matanya bergulir gelisah menatap sekeliling ruangan, sengaja tak ingin menatap ke arah cermin apalagi ke arah jenazah yang terbujur kaku di atas ranjang.  Berulang kali Geundis menarik napas panjang lalu mengembuskannya secara perlahan namun tetap saja tak berhasil menepis rasa takut yang dia rasakan.  “Ck, si Davin lama banget,” gumamnya karena merasa Davin begitu lama pergi dan tak kunjung kembali padahal jelas-jelas pria itu mengatakan tak akan lama.  “Apa aku tunggu di depan aja ya daripada di sini?”  Geundis sudah mengambil keputusan karena dia sudah tak sanggup lagi menunggu di dalam ruangan itu meski sejauh ini dia tak menemukan keanehan apa pun.  Geundis berjalan mendekati pin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD