❤●♥●♥●❤ Udara Malang malam itu tak terlalu dingin, mungkin karena sebentar lagi akan beralih ke musim kemarau. Karenanya pula Aruna sengaja membiarkan jendela kamarnya terbuka lebar, mempersilahkan angin malam menyapu ruangannya. Sudah satu jam lebih gadis belia itu menumpahkan air mata dan bersandar pada pundak sang ibu. "Bapak kenapa berubah ya buk? Dulu gak pernah galak gitu ke Nana" tanya Nana ketika isak tangisnya mulai reda. "Bapak punya hutang apa sih ke Abah Hadi?sampe tega menggadaikan kebahagiaan Nana kayak gini?" lanjutnya masih dengan nada pilu. Masih teringat jelas bagaimana raut wajah marah sang ayah setelah membentak nya tadi sore. Ya memang Aruna akui, ia bersalah karena menjawab kalimat Bude Sumi dengan nada kurang sopan dan cenderung sinis. "Bukan begitu maksud bapa

