Bab 6

1037 Words
Auristella melihat Klorean suaminya termenung sampai dia tidak tahu harus menegurnya atau tidak di sini dia tidak paham apa yang telah dilakukan oleh Alexia Sampai detik ini dia masih tidak mengerti kekuatan yang diberikan itu hanya saja Klorean yang membuat diri istrinya sadar saja berteman mereka tidak seperti orang lain miliki Dan Hanya kekuatan yang diberikan oleh Klorean Midi kekuatan dia juga nantinya disini dia sangat kuat menghadapi kenyataan dia menggandeng tangan Klorean sambil wajahnya tertunduk dan memikirkan apa yang terjadi aku berharap tidak ada permasalahan yang baru datang lebih mendapatkan yang terbaik jangan membuat permasalahan yaitu yang bisa dilakukan sampai mendapatkan yang terbaik Juga Alexia orang yang dia percaya makanya Klorean sangat menjaga kondisinya saat ini. Auristella menegur Klorean," Sayang Kenapa kamu lama begitu Seharusnya jangan memasangkan Tatapan yang sangat kosong tersebut aku jadi bingung kalau ada masalah cerita kepada aku jangan kau pendam sendiri kok nggak aku tidak ada apa-apanya sampai kau harus begitu disini aku sangat berharap Apa tujuan dari kehidupan kita disini aku juga tidak tahu kenapa kau begitu sangat tidak memikirkan kepentingan masing-masing seharusnya kau harus paham apa yang telah terjadi di sini aku mengerti kekuatan yang kau berikan adalah suatu yang terbaik juga untuk diri kita sendiri jangan pernah menganggap semuanya bisa terjadi di sini aku paham juga apa semua yang kau lakukan demi mendapatkan yang terbaik ya Allah kau adalah suamiku yang sangat hebat aku mau merelakan kekuatan minjemin orang lain sampai dengan tubuhmu sangat lemah ini aku tidak terjadi apa-apa Nggak semuanya bisa dilakukan dengan aku paham atas semua yang dilakukan itu adalah hal yang tidak pantas dilakukan Ingin Kau Bahagia."  " aku tidak apa-apa sayangku jangan pernah khawatir akan terjadi padaku aku masih kuat dan aku juga tidak pernah meminta apapun dari kau makan tuh Kau bisa mengerti aku bisa menganggap semuanya bisa berubah mesin aku tidak paham Kenapa kau begitu khawatir langsung katakan kalau aku tidak apa-apa jangan pernah menganggap diri aku sangat lemah sampai kau tidak menganggap aku sebagai suami yang tidak kuat menghadapi aku saat ini hanya diri kaulah yang ku banggakan jadi jangan pernah menganggap tidak ada apa-apa kok istri yang sangat hebat dan kusam kuat menghadapi apapun jangan pernah menganggap aku orang lain di kehidupanmu aku sangat menyayangimu jangan sampai ada orang lain yang ingin menyakiti diri kita berdua dan anak kita aku berharap kepada anakku jika itu sebuah titipan mandi harus menjaganya sampai kekuatan itu hilang begitu saja." ucap Klorean. "Mana pun berada tidak ada permasalahan yang berbatang Jika semua itu bisa berupa pasti akan bisa terjadi saat ini ini Sampai detik ini aku dia paham apa yang membuatnya sangat tidak ada permasalahan baru yang datang setelah mendapatkan hati yang sangat aku di sini Kamu juga jangan pernah ada orang lain yang mengganggu kita lagi aku tidak mau ada permasalahan baru bajuku jatuh ke diriku itu aku harap semua yang kita lakukan ucapkan kita putus saja kata-kata bertahan demi masa depan." ucap Auristella. Di rumah sakit itu Serena yang masih tidak sadarkan diri pun masih saja terbaring, Nando yang merasa bersalah membuat semuanya bisa di lakukan lagi agar mendapatkan yang terbaik saat ini, jauh di pikiran Nando yang masih saja memikirkan apa yang akan terjadi setelah dia melakukan yang terbaik untuk istrinya Serena, Nando sangat merasa bersalah setelah mengatakan kasar dan memperlakukan dia sangat kasar begitu sampai dia harus mendapatkan yang terbaik saat itu juga. Di dalam hatinya Nando berkata “Sayang, maaf kan aku. Jujur aku terlihat sangat emosi kepada mu tapi sebenarnya itu di luar kendali kehidupan aku, aku sangat jujur apa yang telah di lakukan tadi hanya membuat kau sangat sakit, dan aku juga tidak tahu kalau kau sedang hamil, makanya kondisimu tidak menentu hanya ingin di perhatikan lagi, aku juga sangat paham apa yang telah di lakukan ini bisa berjalan dengan lancar dan baik sampai aku tahu bagaimana menghadapi saat ini. Serena aku tahu aku salah tolong maafkan aku sudah memperlakukan kau seperti itu sampai aku tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi semuanya mendapatkan yang terbaik juga saat ini, tidak ada yang bisa di lakukan agar mendapatkan yang terbaik, jauh memang aku menyadari kalau kau sedang dalam mengandung anakku sampai aku lupa itu semua.” Ucap Nando sambil memegang tangan Serena. Salah satu perawat mengatakan kalau kondisi Serena akan segera pulih jika dia harus beristirahat dalam waktu yang cukup untuk dia, jangan sampai ada yang bisa di lakukan lagi mendapat yang terbaik saat ini, tidak ada yang bisa di hadapi lagi jika terjadi sesuatu kepada dirinya sampai dia akan pulih lagi, “Pak Nando, pesan dari dokter kalau semuanya akan bisa berjalan dengan lancar jika pasien itu harus beristirahat total jangan selalu membebani pikirannya, dan sekali lagi jangan pernah merasa terjatuh lagi atau sejenisnya apa itu, kalau begitu saya permisi dulu untuk melanjutkan tugas lagi.” “Baik lah, terima kasih informasinya.” Ucap Nando yang langung masuk lagi di dalam ruangan. Terlihat jelas wajah Serena yang memandangi Nando yang dari tadi tidak tahu harus bagaimana berkata lagi, Nando hanya terdiam dia sama sekali tidak tahu harus membicarkan apa-apa lagi. Dengan wajah takut Nando berkata “Hm... sayang, kau sudah sadar? Aku tidak tahu harus bagaimana menghadapi dirimu sendiri, aku sangat bersalah sayang.” “Hm... sudahlah, aku juga tidak tahu harus bagaimana menghadapi semuanya, kau sedang dalam kondisi yang sangat stress, membuat diri ini semakin dalam menjadikan semuanya serba tidak menguntungkan juga.” Ucap Serena kepada Nando yang tertunduk juga saat ini. “Iya, aku juga di luar kontrol seharusnya aku tidak melakukan hal itu yang membuat semuanya menjadi masalah begini, aku tidak tahu kalau kau telah merasakan yang terbaik, dan aku berharap pagi tadi memberikan kabar yang sangat mengejutkan untuk dirimu, tetapi setelah kau berada di luar begini semakin aku yakin kalau semuanya bisa saja berjalan dengan baik begitu saja, sampai kapan pun kalau aku bersikap seperti itu entah aku juga bingung saat ini.” Ucap Nando. “Bagaimana bisa menghadapi semuanya dalam kondisi? Kau saja setiap aku ingin mengatakan sesuatu saja kau bisa-bisa untuk pergi meninggal kan aku sendiri saja. Aku sedang hamil saja aku tidak merasakan mual atau yang lainnya. Nando aku berharap penuh kalau apa yang telah terjadi kepada diri kau adalah hal yang sangat berharga juga d hadapan itu.” Ucap Serena.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD