25

2123 Words

"La, dari mana?" Tanya Zia ketika melihat Ola yang baru saja masuk ke dalam rumahnya. Ola yang tadinya sedang bersenandung pelan, menoleh dan mendapati kakak iparnya yang berdiri di ujung tangga sedang melihatnya. Ola segera mempercepat langkahnya, dan berdiri tepat dua undakan di depan Zia. Ola tersenyum cantik, sambil menunjukan paperbag yang ia bawa. "Habis belanja dong." Jawab Ola riang, "Ini sepatu cantik buat mbak, dan ini buat Ola." Katanya sambil menyerahkan satu buah paper bag yang berisi kardus sepatu merek terkenal pada Zia. Zia mengeyit, sebelum mengambilnya. "Buat, mbak?" Tanya Zia tak yakin. Yaiyalah, secara Ola pelit sekali jadi adik ipar. Dan sifat itu Zia ketahui satu bulan ia tinggal di rumah besar nan megah ini. Kepala Ola mengangguk cepat, "Hadiah dari Ola buat mbak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD