Mobil BMW hitam itu, memasuki pekarangan rumah yang cukup mewah bagi Zia. Matanya sedikit takjub, karena Zia tak menyangka jika akan menjadi bagian dari penghuni rumah bercat putih itu. "Ayo turun." Ucap Alfa, setelah perdebatan awal mereka tadi. Alfa diam tanpa kata hingga mobil berhenti tepat di depan rumahnya. Zia yang sejak tadi merasakan kejengkelan pada Alfa, luruh menjadi rasa gugup tatkala bayangan jika ia sekarang adalah menantu orang yang cukup terpandang. Melihat Zia yang diam saja disampingnya, Alfa menghela nafas panjang sebelum keluar dari mobil. Langkanya pelan memutari pintu mobil dan membuka pintu disamping Zia. Zia sedikit terkejut ketika pintu mobil sampingnya terbuka dan menampakkan wajah datar suaminya. Huh, baru juga menikah udah didatarin aja, batin Zia. "Mas, ak

