23

1311 Words

Dua hari berlalu, dan siang ini Zia sudah diperolehkan pulang. Billa, Bunda Zia terlihat sibuk membereskan segala keperluan putrinya. Sedangkan Alfa, pria itu pergi untuk mengurus administrasi rumah sakit Zia. "Bun, Zia gak langsung dibawa pulang dengan mas Alfa, kan?" Tanya Zia ketika Bundanya menyelesaikan urusannya. Wanita paruh baya itu tersenyum, lalu mengangguk seolah mengatakan iya pada pertanyaan putrinya. Zia semakin menekuk wajahnya, ia belum siap jika tiba-tiba harus tinggal berdua bersama Alfa. Terlebih, Zia masih canggung pada pernikahan ini. Huft, terus dia harus bagaimana?, Tanya Zia dalam hati. Melihat kerisauan putrinya, Billa berjalan mendekat dan duduk di sebelah Zia. "Mbak Zia Putri Bunda yang paling cantik, semua wanita yang sudah menikah wajib hukumnya menurut pada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD