Ketika Dira sudah bangun tidur, ia mengecek emailnya yang ternyata terdapat pemberitahuan bahwa ia diterima bekerja. Di dalamnya diterangkan bahwa ia harus datang ke kantor esok senin sebagai konfirmasi dan memulai pekerjaannya. Ia diterima sebagai staf administrasi.
Dira merasa sangat senang, akhirnya punya pekerjaan lain selain jadi ibu kos. Jadilah ia mengabari sang ibu dan ayahnya dan tanpa pikir panjang ia juga mengatakan bahwa esok hari akan pindah ke rumah kedua orang tuanya. Ia juga mengajak ayah ibunya pergi ke kebun binatang bersama. Karena bisa jadi ia akan mulai sibuk dan tak banyak waktu bersama Vero kedepannya.
Selesai berkabar ia segera beberes karna ia haru mengecek kondisi kos”an yang berada dipekarangan sebelah rumahnya. Juga membangunkan dan memandikan anaknya. Kos”an Dira dua lantai yang cukup luas dan masing” lantai terdiri dari 10 pintu. Dilantai satu untuk pria, gerbangnya bersebelahan dengan gerbang rumahnya. Sedang perempuan terhubung tangga ke teras rumahnya, jadi tetap terawasi dan tidak campur langsung dengan kok pria.
“ Ko, aman kan keadaan? “ tanya Dira pada salah satu penghuni kamar pria
“ Aman mbak, Cuma lampu teras depan kamar yang kosong mati jadi perlu ganti. “ jawab Iko yang seperti pimpinan tim mengurus anggotanya.
“ Oh, bisa belikan sekaligus kamu gantikan ya. Ini uangnya “
“ Oke mbak, beres mah pokoknya. “ Iko, yang mendapat potongan harga kamar per bulanya karena tugas tambahan yang diberikan Dira.
“ Ya udah saya tinggal ya, nanti kalo ada apa-apa bisa hubungi saya. “
“ Iya mbak siap deh pokoknya. “ Iko
Setelah beres urusan di kos pria, ia kembali ke area rumahnya lalu menuju kos putri. Di sana pun aman terkendali jadi ia pun pulang .
Dara menyapa putranya yang sedang nonton kartun kuning di ruang keluarga
“ Ganteng, mau makan apa nih malem ini? “
“ Mau ayam goreng dong mah, sayurnya terserah deh.”
“ Baik, ditunggu ya pesanannya pak?! “ balas Dira dengan ala” pelayan resto
“ Cepet ya mbak, laper “
Ketika akhirnya mereka berdua makan, Dira mengatakan niatnya untuk mengajak Vero serta orang tuanya untuk ke kebun binatang esok hari. Ia juga menjelaskan bahwa sudah diterima kerja juga akan tinggal di rumah kakek neneknya. Namun Vero hanya diam sejenak dan berpikir. Lalu mengatakan bahwa ia ikut kata mamahnya saja asal semua aman terkendali toh ia tak terlalu kesepian karena ada kakek neneknya dan teman” anak tetangga disana.
Di kamar, Dira mulai memberesi semua yang kiranya harus ia bawa dan simpan. Banyak hal yang harus dibereskan , namun ia tetap semangat sedang Vero sudah tidur duluan karena sudah malam. Ia juga menginfokan pada penghuni kosnya bahwa ia akan pindah.
Saat urusan kantor yang sudah selesai, Arkam dan ayahnya pulang bersama. Duduk berdua di kursi belakang dengan supir yang menyetir, mereka berdua mengobrol. Lalu ayahnya menyeletuk.
“ Kam, kamu mending nikah aja deh biar enak ada yang ngurus. Ada gandengan, biar ayah sama bunda bisa berduaan terus bosen diganggu kamu mulu. Dah pantes loh baut nikah , ntar kamu handle perusahaan sendiri. Ayah pengen pensiun nikmatin hari tua sama bundamu. “ Aga panjang lebar menjelaskan
“ Ih aku mah masih muda, ayah juga masak mau pensiun. Aku gak mau pusing sendiri ya!. “
Aga menggeplak pundak Arkam lalu mengomelinya,
“ Kamu nih ya, ntar juga kamu yang hendle perusahaan. Biarin bundamu gak kesepian tau, dari dulu ayah duain ama kerjaan. Sekarang waktunya santai ama ayah tau!.”
“ Ya tapikan gak secepet itu yah, aku mah masih kurang pengalaman plus juga belom ada calon.”
“ Move on lah.”
“ Udah kok, lagi proses cari yang lain “
Obrolan mereka terhenti karena sudah sampai di rumah.