Arkam dan ayahnya masuk beriringan masuk rumah dan disambut dengan suara ramai yang berasal dari ruang makan. Ia tau itu adalah kakak serta anak istrinya yang berkunjung namun ia langsung berlalu ke kamarnya. Ia ingin mandi terlebih dahulu baru berkumpul dengan semuanya di meja makan. Aga lebih dulu menyapa putra sulung dan menantu serta cucunya di dapur.
“Opa udah dateng, mama beli cumi. Masak cumi saus padang. “ kata Arianti biasa dipanggil riri dengan logat khas anak” dan ia sedang dipangku sang ayah, Ardio.
“ Iya sayang, opa mandi dulu ya” Aga tak mau menyentuh cucu perempuannya karena kotor dari luar.
“ Gak bareng Arkam yah? “ tanya Ardio pada sang ayah
“ Dia langsung ke kamar tadi. Dah lah, ayah mandi dulu ya “ jawab Aga sambil menoleh ke sang istri dan tersenyum.
“ Iya yah “
Ayumi yang memasak dengan Rasti menantunya dan dibantu bi sumi hanya tersenyum lalu melanjutkan masakannya.
Di meja makan sudah tertata rapih semua hidangan yang sangat menggugah selera. Juga telah berkumpul semua anggora keluarga Baranata. Mereka makan sambil ngobrol ringan sampai akhirnya Riri mengatakan bahwa ia ingin pergi ke kebun binatang esok hari berdua bersama omnya, Arkam. Arkam tersenyum dan menyetujuinya. Sesekali ia melirik Rasti yang disadari oleh ayahnya. Ardio dan anak istrinya menginap malam ini.
Selesai makan sang ayah meminta Arkam untuk menemuinya di ruang kerja.
“ Kam, kamu harus move on dong. Gimana kalau kamu tinggal sendiri aja, nge-kos gitu biar bisa sosialisasi dengan lingkungan. Biar kamu juga ada suasana baru dan bisa lupain dia dan siapa tau kamu ketemu jodohmu.”
Arkam hanya diam dan terlihat berfikir, apakah memang harus begitu.
Perlengkapan masuk mobil sudah, bekal sudah, sarapan udah, ngabarin ibu ayah sudah kunci rumah udah. Pokoknya sekarang mah tinggal cuss meluncur, oh ya mereka bertemu langsung di lokasi.
Dira langsung memarkirkan mobilnya dan membawa semua barang bawaannya dan mencari orang tuanya yang sudah menunggu di depan pintu masuk kebun binatang. Lalu mereka masuk dan berkeliling melihat binatang yang ada. Ada jerapah, rusa , buaya, harimau bahkan penguin yang dibuatkan kandang khusus agar tetap dingin. Lelah berkeliling mereka mencari tempat teduh dam menggelar tikar yang mereka bawa dan duduk” santai menikmati makanan yang dibawa oleh Dira.
“ Mah beli es krim yuk, Vero pengen nih “
“Ayok, aku cari es krim dulu ya ibu ama ayah mau gak?”
Mereka berdua menolak, jadilah Dira dan Vero mencari tukang es krim untuk mereka. Dan saat menunggu es krim yang sedang disiapkan penjual, ada anak kecil perempuan yang juga mau es krim. Mereka bingung siapakah anak ini dan kenapa bisa terpisah dari orang tuanya. Namun mereka mendengar suara pria yang tak jauh dari mereka sedang memanggil manggil.
“ Om Alkam “ Riri belum bisa mengucapkan r
“ Ya ampun Riri sayang, kok ngilang sih “tanya Arkam yang sedikit ngos-ngosan mencari Riri yang hilang dari gandengannya.
“Loh bapak,? Ini anaknya pak.” Tanya Dira yang menyadari bahwa pria itu yang tak sengaja ia tabrak saat ia di tempat interview.
“ Ah, kamu. Makasih ya sudah menjaga ponakan saya”
“ iya pak, ini ponakan toh”
“ ini anak kamu? Gantengnya, siapa nama kamu jagoan?”
“ Vero om “ lalu berpaling pada ibunya “ ayo mah, kakek nenek pasti lagi nunggu”
“Iya sayang” Dira “iya pak ini anak saya, permisi pak saya duluan.” Jawab Dira pada Arkam
“Iya” Arkam memandang Dira beberapa saat yang berlalu dari hadapannya. Riri menarik” ujung baju Arkam yang terdiam memandang kepergian tante cantik dan anak laki” ganteng.
“Om mau es krimnya dong” Riri “ iya cantik, kita beli dan lanjut keliling ya”.