Part 6. Perbincangan yang Menarik

1785 Words
'Semoga Allah selalu melindungimu dari segala ancaman, marabahaya, dan segala jenis ketidakadilan serta penindasan, Pak Abdullah,' do'a Ibrar di dalam hati untuk lelaki paruh baya itu. Ibrar masih terdiam untuk beberapa menit kemudian. Lalu Ia pun tersadar dari semua pemikiran di batinnya. Ibrar pun seketika melihat ke arah jam tangannya. "Oh. Masih ada waktu sekitar empat puluh lima menit sampai jam pulang kantor tiba," gumam Ibrar. "Kira-kira, Aku mau observasi kemana lagi ya?" lanjut Ibrar, masih bergumam sendiri. Ia pun terdiam. Ia tengah memikirkan sesuatu. Dan, setelah beberapa menit kemudian. "Ahaa! Aku punya ide! Tampaknya akan seru jika Aku menyamar sebagai salah seorang pelanggan, dan duduk bersama mereka di ruangan tunggu," gumam Ibrar, diakhiri dengan senyuman. "Iya, benar. Toh mereka semua belum tahu siapa sebenarnya Aku, bukan?" lanjutnya lagi, masih berbicara dengan dirinya sendiri. "Benar, benar. Mungkin saja Aku akan mendapatkan sebuah pelajaran berharga di sana nanti," harap Ibrar. "Oke, baiklah. Aku akan kesana," ucap Ibrar bermonolog dengan dirinya sendiri. Ia pun bergegas memakai sepatunya. Setelah itu, Ia melangkahkan kakinya menuju ruangan tunggu pelanggan dari bengkel itu. Beberapa menit kemudian, kini Ibrar sampai di ruangan tunggu pelanggan dari bengkel itu. Sesampainya di pintu masuk, disana Ibrar melihat ada beberapa lelaki paruh baya dan tampak pula ada seorang gadis kecil, dan seorang wanita paruh baya. Di ruangan itu ada pula seorang pemuda yang nampaknya seusia dengan Ibrar. Kemudian Ibrar pun mengambil duduk di sebelah pemuda itu. 'Hmm. Gadis kecil itu sungguh manis. MashaAllah. Gemas sekali Aku melihatnya. Lihatlah mulutnya yang belepotan dengan coklat yang sedang dimakannya itu. Hahaha,' ucap Ibrar di dalam hatinya sambil memperhatikan tingkah polah gadis kecil itu. Sebuah senyuman pun terulas di bibirnya. Setelah memperhatikan tingkah polah gadis kecil itu, kini Ibrar melihat seorang lelaki paruh baya yang tengah duduk di sudut ruangan. Ibrar pun mendengar apa yang lelaki itu perbincangkan. "Oh. Sekarang sudah pukul tujuh lewat. Kira-kira mereka akan bisa menyelesaikan perbaikan mobilku atau tidak ya?" ucap lelaki paruh baya berbaju hitam itu gusar, sambil melihat jam tangannya. "Memangnya kenapa Pak? Mengapa Anda tampak segusar itu? Bukankah memperbaiki mobil itu memang perlu waktu? Bersabarlah! Tenang saja! Serahkan saja semua urusan kepada mereka!" sahut lelaki paruh baya lainnya yang duduk di sebelah lelaki itu dengan tenang. "Iya. Akan tetapi, masalahnya Saya membutuhkan mobil itu untuk berangkat ke kantor besok pagi. Kalau malam ini perbaikannya tidak selesai sampai jam tutup bengkel, terus bagaimana?" jawab lelaki berbaju hitam itu. "Maaf Pak. Bukankah ada banyak alat transportasi lainnya? Mungkin Anda harus bersabar dulu untuk naik taksi atau bus kota esok hari," saran lelaki paruh baya yang duduk di sebelah lelaki itu tadi. "Iya, iya. Anda memang benar. Masalahnya Saya tidak terbiasa menggunakan kendaraan umum," jawab lelaki berbaju hitam itu. "Bersabarlah Pak! Mungkin hanya untuk besok pagi saja. Dan Saya yakin, esok petang mobil Anda pasti sudah selesai diperbaiki," ucap lelaki paruh baya itu mencoba menenangkan lelaki yang berbaju hitam. "Memangnya mobil Anda sedang dalam masalah perbaikan, ataukah hanya untuk urusan perawatan, atau dalam pelayanan modifikasi?" lanjut pria paruh baya itu bertanya. "Iya. Mobil Saya tiba-tiba dalam masalah. Saya tidak tahu kenapa sebabnya. Makanya Saya membawanya ke bengkel," jawab lelaki berbaju hitam itu. "Hmm. Oke. Sejak jam berapa Anda tiba disini tadi?" tanya lelaki paruh baya itu. "Sudah sejak dua jam yang lalu," jawab lelaki berbaju hitam itu. "Oh Allah. Baru dua jam Bapak menunggu untuk perbaikan mobil Bapak, dan Anda sudah segusar ini? Bapak berharap proses perbaikan akan selesai malam ini juga?" tanya lelaki paruh baya itu. "Iya. Setidaknya itulah harapan Saya," jawab lelaki berbaju hitam itu. "Nampaknya Anda harus mengubur harapan Anda itu Pak," sahut lelaki paruh baya itu. "Ya.., mungkin Anda benar," jawab lelaki berbaju hitam itu. "Maaf. Bolehkah Saya ikut berbicara?" sahut seorang lelaki yang tampaknya adalah Ayah dari gadis kecil tadi. "Iya. Silahkan Pak," jawab lelaki paruh baya itu. "Mengapa Kalian pesimis seperti itu? Maaf. Apakah Kalian adalah pelanggan baru di perusahaan auto workshop and maintenance ini?" selidik Ayah gadis kecil itu. "Iya Anda benar. Ini adalah pertama kalinya Saya mengunjungi bengkel ini. Karena baru sekitar beberapa bulan yang lalu, Saya memiliki mobil Range Rover Saya untuk pertama kalinya. Memangnya kenapa Pak? Apa hubungannya?" tanya lelaki berbaju hitam itu. "Oh. Rupanya begitu. Baiklah. Dan Anda beruntung, karena Anda telah membawa mobil Anda untuk diperbaiki di bengkel ini," jawab Ayah gadis kecil itu. "Oh ya? Beruntung yang bagaimana yang Anda maksudkan? Maaf Saya kurang mengerti," tanya lelaki berbaju hitam itu. "Begini Pak. Apakah Anda tahu tentang nama besar perusahaan ini?," tanya balik Ayah gadis kecil itu. "Hmm. Saya belum begitu tahu secara mendetail. Akan tetapi, seorang teman telah merekomendasikan bengkel ini kepada Saya tadi pagi. Iya.., sewaktu Saya mengeluhkan bahwa ada masalah dengan mobil Saya," jawab lelaki berbaju hitam itu. "Oh. Baiklah. Rupanya begitu. Sekarang Saya kasih tahu ya Pak. Bengkel ini, dan semua perusahaan yang terkait dengan bengkel ini adalah tempat terbaik untuk semua pelayanan mobil-mobil berkelas seperti milik Kita ini," ucap Ayah gadis kecil itu. Mereka tengah asyik berbincang, tanpa tahu tentang keberadaan Ibrar sebagai pemilik perusahaan itu di sekitar Mereka. Ibrar pun masih menyimak perbincangan Mereka sambil berpura-pura melihat televisi. Terkadang Ibrar tersenyum-senyum sendiri mendengarkan apa yang Mereka perbincangkan. Dan tak ayal pula, terkadang Ibrar juga mengerutkan keningnya mendengarkan apa opini para pelanggannya tentang perusahaan keluarganya itu. "Oh, benarkah itu? Alasan apa yang membuat Anda bisa berbicara seyakin itu?" tanya lelaki berbaju hitam itu. "Pak! Saya adalah pelanggan lama dari bengkel ini. Tak hanya bengkel ini, akan tetapi semua perusahaan yang terkait dengan bengkel ini. Saya tidak pernah kecewa dengan semua pelayanan Mereka. Saya jamin seratus persen, Anda pun akan merasakan hal yang sama!" jawab Ayah gadis kecil itu. "Wow. Itu luar biasa. Kata-kata Anda sangat indah untuk didengar. Saya harap itu semua akan menjadi kenyataan," ucap lelaki berbaju hitam itu. "InshaAllah Pak. Anda jangan khawatir! Sama seperti Ayah dari gadis kecil itu, Saya juga adalah seorang pelanggan lama dari bengkel ini," sahut lelaki paruh baya yang duduk disebelah lelaki berbaju hitam itu tadi. "Nanti, Anda bisa membuktikannya sendiri setelah beberapa kali menikmati layanan dari bengkel ini. Kita, akan mendapatkan pelayanan terbaik dengan penggantian suku cadang asli dengan harga termurah dibandingkan dengan bengkel-bengkel yang lainnya," lanjut lelaki itu. "Oh, benarkah itu?" tanya lelaki berbaju hitam itu. "InshaAllah benar, Pak. Karena, bengkel ini, perusahaan auto workshop and maintenance ini, berada dalam satu perusahaan dengan perusahaan auto spare parts establishment. Tentu saja, perusahaan auto spare parts establishment ini juga perusahaan yang khusus menyediakan spare part yang terkait dengan mobil-mobil berkelas seperti milik Kita ini," jelas Ayah dari gadis kecil itu. "Dan.., perlu Bapak tahu! Kedua perusahaan itu dimiliki oleh satu orang yang sama. Makanya Mereka bisa menawarkan harga terbaik untuk Kita, dan pastinya dengan jaminan suku cadang asli," imbuh lelaki paruh baya yang duduk di sebelah lelaki berbaju hitam itu. "Iya, benar sekali apa kata Anda, Pak," sahut Ayah dari gadis kecil itu. "Oh. Sepertinya itu memang kabar yang baik. Semoga Saya juga akan merasakan pengalaman yang sama dengan Anda berdua nantinya," ucap lelaki berbaju hitam itu. "InshaAllah Pak. Anda jangan khawatir akan hal itu! Anda tinggal duduk tenang sambil menunggu, dan percayakan semua proses perbaikan kepada Mereka. Jadi tenanglah! Tidak perlu resah lagi! Oke?" sahut lelaki paruh baya yang duduk disebelah lelaki berbaju hitam itu. "Iya Pak. Baiklah, Saya akan mencoba tenang dengan mempercayakan semua proses perbaikan kepada Mereka. Bismillahirrahmanirrahim..," jawab lelaki berbaju hitam itu, diakhiri dengan senyuman di bibirnya. "Dan perlu Bapak tahu juga! Bahwa perusahaan ini adalah perusahaan berskala internasional, Pak. Pelanggan Mereka tak hanya dari Sharjah dan Dubai, akan tetapi juga dari banyak negara lainnya," ucap Ayah gadis itu berusaha meyakinkan. "Oh. Baguslah, itu kabar yang baik," jawab lelaki berbaju hitam itu diakhiri dengan senyuman di bibirnya. Tampaknya Beliau sudah mulai tenang saat ini. "Iya Pak. Mereka selalu mengirimkan barang-barang Mereka melalui cargo ke banyak negara lainnya," tambah Ayah dari gadis itu. "Oh iya kah? Dari mana Anda tahu?" tanya lelaki berbaju hitam itu. "Kebetulan Saya adalah salah satu pemilik perusahaan cargo internasional. Tentunya Saya juga selalu mengikuti perkembangan berita bisnis nasional dan internasional. Saya pun mengikuti semua akun sosial media Mereka, terlebih di Google. Jadi, Saya tahu benar akan kredibilitas dari perusahaan ini beserta jajaran perusahaannya," jelas Ayah dari gadis itu. "Wow. Semua yang Anda katakan benar-benar ulasan yang luar biasa. Sekarang Saya menjadi benar-benar lebih tenang setelah mendengarnya," ucap lelaki berbaju hitam itu. "Alhamdulillah. Saya senang bisa membuat Anda tenang," ucap Ayah dari gadis itu, diakhiri senyuman yang terulas di bibirnya. "Alhamdulillah. Saya juga senang mendengarnya," sahut pria paruh baya yang duduk disebelah lelaki berbaju hitam itu. Beliau pun tersenyum. "Oh iya Pak. Mungkin lain kali Anda juga bisa mengecek akan kredibilitas perusahaan ini di Google," lanjut lelaki itu memberi saran. "Iya benar. Anda tinggal menuliskan nama perusahaan ini, nanti Anda akan tahu tentang kredibilitasnya. Nanti Anda akan tahu, Mereka bertahan di bintang berapa dari ulasan para pelanggan Mereka," sahut Ayah dari gadis kecil itu memberi penjelasan. "Hmm. Iya, iya. Akan tetapi, bisakah Kalian memberikan Saya bocoran? Di bintang berapakah Mereka bertahan?" tanya lelaki berbaju hitam itu. "Oh. Baiklah. Tentu saja!" jawab Ayah dari gadis kecil itu. "Mereka selalu bertahan di bintang empat koma delapan. Bukankah itu sesuatu yang istimewa?" lanjut Ayah dari gadis kecil itu, balik bertanya kepada lelaki berbaju hitam. "Wah. Iya. Tentu saja. Itu hampir sempurna. Terima kasih untuk Kalian berdua. Senang berbicara dengan Kalian berdua. Kini Saya benar-benar merasa lebih baik dan tenang," jawab lelaki berbaju hitam itu. "Alhamdulillah," sahut Ayah dari gadis kecil itu, diakhiri senyuman di bibirnya. "Alhamdulillah," ucap lelaki paruh baya yang duduk di sebelah lelaki berbaju hitam itu. "Jazakumullah khoiron katsiron," ucap lelaki berbaju hitam itu. "Wa anta fajazakAllah khair," jawab kedua lelaki yang lainnya secara bersamaan. Mereka pun saling melempar senyuman untuk mengakhiri perbincangan Mereka. "Ngomong-ngomong, Saya merasa haus setelah berbincang dengan Kalian. Apakah Kalian merasakan hal yang sama?" tanya lelaki berbaju hitam itu. "Hahaha. Iya, tentu saja," jawab Ayah dari gadis kecil itu. "Hahaha. Dan begitu pula dengan Saya," jawab lelaki paruh baya yang duduk di sebelah lelaki berbaju hitam itu. "Baiklah. Saya akan ambilkan minuman dingin untuk Kalian. Tunggu sebentar ya!" pamit Ayah dari gadis kecil itu. Kemudian Ia pun melangkahkan kakinya menuju ke area teller dari bengkel itu. "Eh. Maaf! Apa yang Bapak itu katakan barusan? Mengambil minuman untuk Kita? Maaf! Hanya mengambil begitu saja dan gratis? Seperti itukah?" tanya lelaki berbaju hitam itu kepada lelaki yang duduk di sebelahnya. "Iya Pak. Hanya mengambilnya begitu saja, di kulkas, di depan counter teller bengkel. Gratis untuk pelanggan bengkel," jelas lelaki itu. "Oh. Seperti itu, rupanya," sahut lelaki berbaju hitam itu. "Iya Pak. Ini adalah salah satu bentuk pelayanan perusahaan ini kepada para pelanggannya. Gratis untuk minuman botol dingin dan makanan kecil. Bila Kita membutuhkan lebih, tersedia cafetaria yang siap melayani kebutuhan Kita," jelas lelaki itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD