34 Hari Sebelum Persidangan
Ken menghembuskan napasnya dengan pelan ketika melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 3 sore. Pekerjaannya belum selesai, Ken tidak bisa meninggalkan kantor karena saat ini dia sedang sangat sibuk.
Sekarang adalah waktu baginya untuk menjemput Caleb yang akan pulang satu jam lagi. Ken tidak boleh terlambat ketika menjemput karena Kakaknya itu bisa saja mengikuti beberapa orang yang akan naik bus. Sekalipun mengidap sindrom autisme, Caleb tetap ingin melakukan hal-hal normal seperti yang dilakukan oleh orang lain. Sering kali Kakaknya itu juga berusaha berperan menjadi seorang Kakak bagi dirinya dan juga bagi Rosaline.
Ken meregangkan otot tubuhnya karena dia sungguh merasa lelah setelah seharian ini terus berusaha menyelidiki satu kasus yang cukup rumit. Ini seharusnya tidak menjadi tugasnya, tapi Ken akan tetap mencoba melakukan yang terbaik agar masalah ini bisa segera diselesaikan. Ken sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi beberapa hari yang lalu.
Ken sudah terbiasa untuk menghadapi kasus rumit, tapi kali ini Ken benar-benar merasa kerepotan. Di samping kasus yang dia tangani, Ken juga harus meluangkan waktu untuk menurus pernikahannya dengan Feli yang akan segera dilangsungkan kurang dari dua bulan lagi. Bukan hanya itu saja, Ken juga harus mengurus Rosaline, Kakaknya yang sedang merajuk karena Ken akan mendahului wanita itu dalam menikah. Rosaline masih mempercayai mitos yang mengatakan kalau wanita yang menikah didahului oleh adiknya, maka dia akan sulit mendapatkan jodoh. Ada banyak masalah yang sedang menyita pikiran Ken sehingga ketika menangani kasus, Ken kadang kehilangan fokus.
Sepertinya sekarang Ken harus segera menjemput Caleb karena sebentar lagi dia akan kembali rapat dengan para pengacara yang lainnya. Nanti malam Ken juga memiliki janji dengan seseorang. Astaga, jadwal pekerjaan Ken memang sangat padat.
Di tengah kesibukannya yang seperti ini Ken sungguh bersyukur kalau masih ada wanita yang mau menemaninya. Bahkan wanita itu akan segera dia nikahi. Feli adalah wanita terbaik yang akan selalu menjadi tempatnya berpulang ketika dia mulai lelah dengan kenyataan yang ada di dunia ini. Dari banyaknya masalah yang terjadi, Ken tetap bisa bertahan sampai sekarang karena dukungan yang diberikan oleh Feli. Wanita itu adalah segalanya bagi Ken.
“Apakah kamu sedang memikirkanku?”
Ken tersentak ketika mendengarkan suara seorang wanita yang sedang dia pikirkan. Kenapa Feli bisa tiba-tiba ada di sini? Terakhir kali mereka berkirim pesan, Feli mengatakan kalau dia sedang sangat sibuk berlatih di studio musik bersama dengan teman bandnya karena mereka sedang mempersiapkan sebuah album baru sekaligus akan menjadi album terakhir mereka karena setelah menikah, Feli ingin fokus mengurus rumah tangga. Tidak, Ken sama sekali tidak memaksa Feli untuk keluar dari band, Feli sendiri yang ingin keluar. Dia mengatakan kalau separuh hidupnya sudah dia habiskan untuk menjadi seorang vokalis band, sekarang Feli ingin berhenti dulu karena dia ingin benar-benar menikmati kehidupan barunya.
“Kenapa bisa ada di sini?” Seperti biasanya, ketika bertemu dengan Feli, Ken pasti akan langsung berdiri. Sekalipun mereka sudah sangat lama berpacaran, perlakuan Ken kepada Feli tidak pernah berubah. Ken akan langsung berdiri dan menyambut Feli ketika melihat wanita itu datang.
Feli tersenyum manis ketika melihat Ken bangkit berdiri. Wanita yang sedang mengenakan dress overall warna putih dan juga kaos merah muda sebagai dalamannya itu langsung berlari untuk memeluk Ken. Sama seperti yang biasa mereka lakukan ketika sedang bertemu.
Ken kadang merasa bersalah pada Feli karena mereka sangat jarang menghabiskan waktu berdua seperti pasangan kekasih pada umumnya. Ken memiliki banyak sekali pekerjaan yang selalu menyita waktunya, di samping itu Feli juga memiliki banyak kegiatan yang kadang sering membuatnya harus pergi sampai ke luar kota. Feli dan Ken terbilang cukup jarang bertemu karena mereka sama-sama kesulitannya dalam mengatur waktu. Iya, beberapa hari ini mereka memang jadi lebih sering bertemu. Sepertinya, sejak Feli kembali dari tour, hampir setiap hari Feli dan Ken selalu bertemu.
Sebenarnya mereka memang sering sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ken akan terus menghabiskan waktunya di kantor lalu pulang ketika hari sudah gelap, sedangkan Feli juga akan menghabiskan sebagian dari waktunya untuk berlatih di studio musik.
“Coba tebak sendiri!” Feli tersenyum sambil melepaskan pelukan mereka. Wanita itu mengalungkan tangannya di leher Ken lalu mendekatkan wajah mereka.
Dalam hidupnya, Feli adalah wanita yang paling dekat dengan hatinya. Ketika semua keluarganya sibuk untuk bekerja keras dan melakukan banyak hal untuk membangun firma hukum ini, hanya Feli satu-satunya orang yang tetap bertahan di sisi Ken. Feli selalu menjadi wanita yang memberikan dukungan untuk Ken. Feli selalu melakukan segala hal yang terbaik hanya untuk memastikan Ken bisa hidup dengan baik. Bukan hanya mencintai Ken, wanita itu juga mencintai keluarga Ken.
Sejak kecil mereka berteman dengan sangat dekat, Feli adalah satu-satunya teman yang Ken miliki saat dia masih kecil. Sifat wanita itu yang sangat mudah untuk berbaur dengan orang lain membuat Ken bisa akrab dengan wanita itu. Feli memang sudah menunjukkan bakatnya dalam menguasai suasana sejak dia masih kecil, tidak heran jika saat ini wanita itu banyak dielu-elukan oleh masyarakat karena memiliki kemampuan yang luar biasa dalam bernyanyi dan juga mengambil hati orang-orang.
“Karena kamu merindukanku?” Tanya Ken sambil tersenyum.
Bersama dengan Feli, Ken bisa lebih mengekspresikan apa yang dia rasakan.
Ken ikut tertawa pelan ketika Feli tertawa. Wanita itu sangat cantik, dia memiliki segala kelebihan yang selama ini banyak diinginkan oleh orang lain. Yang membuat Ken merasa semakin beruntung adalah kenyataan jika wanita ini akan menjadi istrinya.
Saat sudah menikah, apapun yang terjadi, Ken akan tetap berusaha untuk menghabiskan banyak waktunya dengan Feli.
Akan ada banyak sekali waktu yang bisa mereka habiskan bersama. Iya, Ken memang sudah tidak sabar untuk menunggu saat itu datang
“Tidak! Untuk apa juga aku merindukan seorang pria yang terlalu sibuk dengan dunianya sendiri?”
Ken kembali tertawa ketika mendengar kalimat yang dikatakan oleh Feli.
Ya ampun, Ken baru ingat kalau dirinya harus segera menjemput Caleb di SLB. Kalau sampai terlambat, bisa panjang masalahnya. Saat ini Ken sama sekali tidak memiliki waktu untuk mengurusi masalah Caleb. Apapun yang terjadi, Ken harus segera mengantarkan Caleb pulang ke rumah karena pria itu tidak pernah mau dijemput oleh orang yang tidak akrab dengannya. Ya, Kakaknya tidak mau dijemput oleh orang asing, tapi pernah suatu waktu dia hilang karena mengikuti orang asing. Entahlah, Ken sama sekali tidak mengerti dengan jalan pikiran Kakaknya itu.
Ken menatap Feli dengan pandangan tidak tega. Bagaimana mungkin dia harus meninggalkan Feli untuk menjemput Caleb? Setelah menjemput Caleb, Ken juga akan disibukkan dengan banyak sekali pekerjaan. Apakah Ken memang harus meninggalkan Feli padahal wanita itu baru datang menemuinya? Mengajak Feli untuk menjemput Caleb juga tidak akan banyak membantu karena setelah ini Ken masih memiliki banyak pekerjaan.
Sebagai pihak laki-laki, harusnya Ken yang datang menemui Feli. Ah, kalau sudah seperti ini, Ken akan merasa semakin tidak pantas untuk mendampingi Feli. Baiklah, kalau nanti mereka sudah menikah, Ken akan lebih banyak menghabiskan waktunya bersama dengan Feli. Sesibuk apapun dirinya, Ken akan tetap berusaha untuk meluangkan waktunya khusus untuk Feli. Kalau untuk saat ini, mungkin Feli tetap harus bersabar karena Ken memiliki banyak sekali kesibukan.
“Feli, aku hari ini aku sedang sangat sibuk. Apakah kamu akan marah kalau aku mengatakan jika aku tidak punya waktu untuk berbincang denganmu??” Ken menatap Feli dengan pandangan meminta maaf. Bagaimanapun juga Feli memiliki hak atas waktu Ken. Mereka seharusnya bisa menghabiskan lebih banyak waktu lagi. Sayangnya, mereka berdua sama-sama sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
Feli menatap Ken dengan pandangan kesal. Iya, wajar kalau wanita itu merasa kesal. Ken memang sangat sibuk dalam bekerja dan juga mengurus Caleb, kadang Ken sampai lupa memberikan kabar pada Feli padahal wanita itu sering kali merasa khawatir dengan keadaan Ken. Untunglah Feli juga dibesarkan di keluarga yang kebanyakan berkecimpung di dunia pengacara. Ya, setidaknya wanita itu tahu kalau menjadi pengacara adalah hal yang cukup sulit. Ken sangat sibuk ketika dia sedang mendapatkan kasus baru, masalahnya.. hampir setiap bulan Ken selalu mendapatkan kasus yang baru.
“Tidak masalah. Aku akan menunggumu di sini, jangan terlalu merasa bersalah seperti itu. Apakah kamu sedang mengurus tentang masalah Kak Farel?” Tanya Feli sambil menatap Ken dengan pandangan maklum. Iya, wanita itu sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini.
Sekalipun terlihat sangat menerima dengan apa yang terjadi, Ken tahu kalau saat ini Feli sedang sangat kecewa. Mereka adalah pasangan kekasih, seharusnya mereka bisa menghabiskan banyak waktu berdua. Saat ini, bahkan ketika sedang akhir pekan juga Ken tetap bekerja.
“Iya, kasusnya cukup rumit. Tapi aku akan berusaha supaya tetap bisa melakukan yang terbaik..” Ken tersenyum sambil menatap kekasihnya.
Ken melirik jam dinding yang ada di pojok ruangan. Bagaimana cara memberi tahu Feli kalau sekarang Ken harus pergi menjemput Caleb?
Ken berusaha untuk tetap tersenyum sekalipun sekarang hatinya sedang dilanda rasa bimbang yang sangat mengganggu. Ken harus menjemput Caleb karena Rosaline sepertinya sedang tidak bisa menjemput Kakaknya itu, sebenarnya Ken bisa meminta bantuan Rosaline seperti yang bisa dia lakukan, tapi saat ini hubungan mereka sedang tidak baik. Selain Kakaknya Ken, Caleb juga Kakaknya Rosaline, seharusnya mereka bisa saling bergantian untuk menjemput Caleb.
Caleb memang lebih dekat dengan Ken sehingga Kakaknya akan lebih senang kalau Ken yang menjemput.
Ah, hubungan Ken dan Rosaline juga sedikit kurang baik. Ken tidak mungkin meminta bantuan pada Rosaline.
“Aku percaya kalau kamu selalu melakukan yang terbaik. Ya sudah, kamu bekerjalah, Aku bisa menunggumu di sini..” Feli melangkahkan kakinya untuk duduk di salah satu sofa yang ada di pojok ruangan.
Ken kembali menatap jam dinding. Waktu tidak akan pernah berhenti, Ken harus segera bergerak dengan cepat karena hari ini masih ada banyak sekali pekerjaan yang harus dia lakukan. Tidak ada waktu yang bisa dia gunakan untuk bersantai.
“Aku akan menjemput Kak Caleb, setelah itu aku ada rapat. Maaf, Feli.. aku terlalu sibuk hari ini. Mungkin lebih baik kalau kamu pulang dan istirahat. Kamu pasti juga lelah setelah latihan seharian, bukan?” Ken menatap Feli yang sepertinya benar-benar kecewa. Mau bagaimana lagi? Ken tidak memiliki pilihan lain. Dari pada Feli terus menunggunya di sini, bukankah lebih baik kalau wanita itu pulang dan beristirahat saja? Dia pasti juga sangat kelelahan.
“Oh, jadi kamu akan rapat? Baiklah, biarkan aku saja yang menjemput Kak Caleb, kamu bisa stay di sini tanpa perlu repot-repot menjemputnya..” Feli tersenyum sambil bangkit berdiri. Untuk menutupi rasa kecewanya, Feli memang lebih sering menunjukkan wajahnya yang penuh dengan senyuman.
Ken menatap Feli dengan pandangan menyesal. Harusnya mereka bisa menghabiskan banyak waktu berdua, tapi Ken tidak memiliki pilihan lain. Harinya sangat sibuk, bahkan untuk mengurus dirinya sendiri saja Ken merasa kekurangan waktu. Setelah pulang bekerja, biasanya Ken tetap harus menyelesaikan beberapa pekerjaannya di rumah. Di samping itu, Ken juga harus mengurus Caleb yang kadang kala tidak mau dibantu oleh para pelayan. Kakaknya memang sering membuat Ken merasa kesulitan, tapi Ken sama sekali tidak mengeluh. Baginya, dengan kekurangan yang Caleb miliki, wajar jika Kakaknya itu sering melakukan sesuatu yang menyusahkan Ken. Ah, sebenarnya juga tidak bisa disebut sebagai menyusahkan.
Merawat dan memastikan kalau Caleb tetap bisa beraktivitas dengan baik adalah tugas Ken sebagai adiknya, tapi kalau Feli sampai harus direpotkan juga, rasanya Ken jadi semakin tidak enak pada wanita itu.
Feli selalu berusaha untuk dekat dengan semua keluarganya. Dengan sifat Feli yang ceria dan sangat baik, semua orang tentu akan cepat dekat dengan wanita itu, tidak terkecuali dengan Caleb. Bahkan mereka mengaku kalau mereka bersahabat satu sama lain. Feli memang selalu membuat Ken bangga dengan apa yang dia lakukan. Beberapa hari yang lalu Caleb memang melakukan sesuatu yang membuat Ken sangat marah, tapi Feli bisa memperbaiki keadaan ini. Feli sendiri yang berusaha keras untuk membuat Caleb dan Ken kembali berbaikan..
“Tidak perlu, Feli. Biar aku saja yang menjemput Kak Caleb. Aku harus mengantarnya ke kelas seni juga. Kamu pasti kerepotan kalau harus—”
“Ken, aku bisa mengurus Kak Caleb. Kamu ingat? Aku bersahabat dengan Kak Caleb. Jadi, kamu tenang saja”
Ken tersenyum ketika mendengar jawaban Feli. Betapa beruntungnya dirinya karena bisa mendapatkan calon pendamping seperti Feli. Selain mengerti dengan keadaan Ken, Feli juga sering kali membantu Ken dalam mengurusi banyak hal. Apapun yang terjadi, Ken tidak akan pernah bisa melepaskan Feli dari hidupnya. Kalau mereka harus hidup, maka mereka harus hidup bersama. Tapi kalau harus mati, mungkin akan lebih baik kalau mereka juga mati bersama.
“Terima kasih, Feli..” Ken mendekati Feli lalu memeluk wanita itu dengan erat. Rasanya sangat menyenangkan ketika dia bisa memeluk Feli seperti ini. Wanita itu membuat rasa lelah yang awalnya bersarang di dalam tubuh Ken jadi hilang dan menguap begitu saja.
“Nanti kamu pulang pukul berapa?” Tanya Feli.
Ken mendesah pelan, dia tidak bisa menentukan pukul berapakah dia akan pulang. Masalahnya setelah selesai rapat, Ken masih ada janji rahasia dengan seseorang.
Feli tidak boleh tahu kemana Ken akan pergi hari ini karena Ken sudah berjanji, pertemuan ini akan menjadi pertemuan rahasia.
“Ada apa? Tidak biasanya kamu bertanya tentang jam pulangku. Apakah ada masalah?” Tanya Ken balik. Apakah wanita itu ingin mengajak Ken jalan-jalan? Iya, Ken tahu kalau Feli memang memiliki hak atas dirinya, tapi Ken memang tidak memiliki waktu lagi hari ini.
“Tidak ada apapun. Oh iya, nanti aku yang akan mengantar Kak Caleb untuk datang ke kelas seni. Aku juga ingin mengajaknya membeli beberapa peralatan menggambar. Aku sudah berjanji padanya untuk membelikan dia peralatan melukis sejak beberapa hari yang lalu. Setelah itu aku ingin mengajaknya jalan-jalan ke taman. Apakah kamu mengizinkan aku untuk melakukan semua itu?” Tanya Feli.
Ken tersenyum ketika dia mendengar apa yang dikatakan oleh Feli. Wanita ini ini memang sangat perhatian dengan semua orang.
Ken tahu kalau Feli sangat bosan dengan hubungan mereka. Iya, mereka sepasang kekasih yang sangat jarang menghabiskan waktu berdua seperti pasangan yang lainnya. Ken tahu kalau dirinya tidak bisa menyenangkan Feli seperti yang diinginkan oleh wanita itu. Tapi apa yang Ken lakukan saat ini juga demi kebahagiaan mereka di masa depan. Ken sangat mencintai Feli sehingga dia tidak ingin Feli hidup kekurangan. Satu-satunya hal yang bisa Ken lakukan adalah terus bekerja keras untuk tetap menyenangkan hati Feli di masa depan.
“Maafkan aku, Feli.. aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku sendiri” Ken tetap memeluk Feli dengan erat. Wanita itu memiliki sebuah kekuatan magis yang bisa mengubah keadaan hati Ken menjadi sedikit lebih baik ketika mereka bisa saling bersentuhan seperti ini.
“It’s okay, Ken. Aku memang sedang ingin jalan-jalan dengan seseorang. Karena kamu tidak bisa, apakah aku boleh mengajak Kak Caleb?”
Ken menganggukkan kepalanya. Iya, Ken harus selalu bersyukur karena bisa mendapatkan wanita seperti Feli. Feli tidak pernah merasa malu dengan keadaan Caleb ketika mereka sedang jalan bersama. Bahkan, Feli selalu memperlakukan Caleb seperti dia memperlakukan Kakaknya sendiri. Entahlah, kalau bukan Feli, sampai saat ini Ken mungkin masih betah menyendiri.
Benar, takdir memang akan selalu membawa kita kepada orang yang tepat.