34 Hari Sebelum Persidangan
Ken membuka matanya dengan pelan ketika dia mendengar suara keributan di sekitarnya.
Benar, apa yang Ken pikirkan memang benar.
Sekarang Ken sedang menatap Caleb yang berdiri di depannya sambil membawa sebuah nampan besar yang Ken tebak berisi sarapan.
Ken tersenyum ketika menyadari apa yang dilakukan oleh Kakaknya itu.
Astaga, Ken telah mengabaikan Kakaknya dua hari karena Ken memang harus segera membawa Caleb pulang ke rumah. Caleb akan mendapatkan terapi tidur dari seorang terapis profesional. Entahlah, Ken sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya dilakukan oleh terapis itu, tapi ketika Caleb mendapatkan terapi, pria itu akan sangat berubah keesokan harinya. Iya, sejak kemarin sikap Kakaknya memang sudah berubah menjadi lebih baik. Sayangnya kemarin Ken masih sangat sibuk sehingga dia tidak bisa mengantarkan Kakaknya untuk membeli cat air yang dia inginkan. Sebenarnya memang Caleb masih memiliki banyak sekali cat air. Biarkan, biarkan Caleb menggunakan cat air yang lama lebih dulu.
Jujur saja Ken merasa kalau seharusnya Kakaknya mendapatkan terapi sejak beberapa hari yang lalu. Ya, setidaknya sehari sebelum Caleb melukai Feli. Kalau hari itu Caleb mendapatkan terapi, Caleb pasti tidak akan melakukan hal buruk pada Feli.
Sungguh, Ken sebenarnya sangat menyesal dengan apa yang harus didapatkan oleh Feli. Setiap Haris Feli selalu berusaha melakukan yang terbaik, bukan hanya terus mencintai Ken saja, Feli juga selalu belajar untuk mencintai keluarga Ken.
Sebenarnya, Feli memang seorang wanita yang sangat mudah mencintai dan juga di cintai. Feli memiliki sifat yang lembut sehingga wanita itu selalu terlihat lemah lembut. Dalam segala hal yang terjadi, Ken yakin kalau bukan hanya dirinya saja yang terus berusaha untuk menjaga Feli. Semua orang yang mengenal wanita itu pasti selalu berusaha untuk tetap menjaga senyuman di bibir Feli karena sungguh, ketika Feli tersenyum maka semua masalah akan terasa jadi mudah untuk dihadapi. Senyuman yang Feli berikan memang membuat semua orang jadi merasa lebih mudah untuk menjalani hari mereka.
Ya, lagi-lagi Ken memikirkan Feli padahal wanita itu tidak sedang ada di sini.
Ken berharap kalau waktu busa berjalan lebih cepat karena Ken sudah tidak sabar untuk selalu memeluk Feli di dalam tidurnya. Ken tidak sabar untuk menatap Feli ketika dia bangun di pagi hari. Ya harinya akan selalu berjalan dengan mudah kalau ada Feli di hidupnya.
“Ken, ap-apakah kamu sudah bangun? Apakah kamu sudah bangun?”
Ken tersenyum lalu menganggukkan kepalanya dengan pelan.
Baiklah, sebelum bertemu dengan Feli, Ken harus mendengarkan apa yang diinginkan oleh Kakaknya ini.
Iya, kalimat yang diucapkan oleh Feli dua hari yang lalu memang kembali memenuhi kepala Ken.
Feli mengatakan kalau Ken harusnya meluangkan waktu yang lebih banyak untuk keluarganya. Ken memang terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga dia tidak memiliki waktu untuk dihabiskan bersama dengan Kakaknya.
“Iya, ada apa, Kak Caleb?” Tanya Ken sambil menatap Caleb yang masih saja berdiri di sisi ranjangnya.
Ken tersenyum lalu mengulurkan tangannya untuk mengambil nampan yang sejak tadi dipegang oleh Kakaknya.
“Ap-apakah kamu mau sarapan bersama dengan, dengan, denganku? Ak-aku membuat s**u coklat ini sendiri.. Iya, s**u coklat yang sangat enak. Aku membuatnya, aku membuatnya sendiri. Ada pelayan yang, yang membantuku, tap-tapi aku tetap membuatnya sendiri” Kata Caleb sambil tetap tersenyum.
Ken ikut tersenyum ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Caleb. Kakaknya memang sangat sering memberikan Ken kejutan dengan apa yang dia lakukan. Iya, Ken sama sekali tidak menyangka kalau dia akan mendapatkan sarapan pagi dengan cara yang seperti ini.
“Kakak benar-benar membuat ini sendiri? Apakah ada pelayan yang membantu Kak Caleb?” Tanya Ken sambil menatap Kakaknya.
Caleb langsung menggelengkan kepalanya dengan pelan ketika mendengar pertanyaan Ken.
Ya, Ken sebenarnya sudah tahu bagaimana rasa s**u ini jika memang tidak ada pelayan yang membantu Caleb untuk membuatnya. Tapi baiklah, untuk pagi ini sepertinya Ken memang harus meminum s**u yang dibuat oleh Caleb bagaimanapun rasanya. Kakaknya sudah membuat s**u ini dengan susah payah, tidak masalah.. Ken akan menghargai usaha Kakaknya.
“Apakah Kakak juga membuat roti bakar ini?” Tanya Ken sambil menatap beberapa lembar roti bakar yang tersaji di atas piring lengkap dengan mentega dan juga selai di dalamnya.
Ken menatap Caleb yang menggelengkan kepalanya dengan pelan. Pria itu mengulurkan tangannya ke arah Ken dan menunjuk sebuah luka yang ada di jarinya.
“Ak-aku sudah mencoba. Aku sudah mencoba, tapi tanganku terbakar. Tanganku terbakar dan terluka. Aku tidak, tidak membuatnya sendiri..”
Ken tertawa pelan. Baiklah, mereka memang harus segera sarapan kalau tidak ingin terlambat untuk berangkat. Ken masih memiliki segudang pekerjaan yang harus dia kerjakan hari ini juga. Entahlah, sekalipun hari ini sebenarnya Ken sangat ingin bertemu dengan Feli, sepertinya Ken masih harus menahan dirinya lebih lama lagi. Ken tidak punya waktu untuk menemui Feli. Ya, sayang sekali, kemarin mereka juga tidak bertemu karena Ken dan Feli sama-sama sedang sibuk, hari ini Ken juga masih sangat sibuk sehingga kemungkinan dia tidak akan bisa bertemu dengan Feli.
“Baiklah, ayo kita sarapan bersama..” Kata Ken sambil menggeser posisinya agar Caleb juga bisa ikut duduk bersama dengan dirinya.
Ken menghembuskan napasnya dengan pelan. Iya, Ken memang melakukan kealahan besar dengan mengabaikan Kakaknya. Ken tidak seharusnya melakukan semua itu. bagaimanapun juga sekarang Caleb tidak memiliki siapapun untuk bisa diajak melakukan hal yang dia sukai. Biasanya memang ada Rosaline yang akan menemani Caleb ketika Ken sedang sibuk, tapi sejak beberapa waktu yang lalu Rosaline memang seakan melupakan fakta jika wanita itu masih memiliki keluarga di rumah ini.
Ken sadar kalau salah satu alasan Rosaline pergi dari rumah ini adalah dirinya. Ken sangat sadar kalau dia telah membuat Kakaknya jadi tidak nyaman dengan apa yang terjadi. Ya, mau bagaimana lagi? Ken memang sangat membutuhkan restu dari Kakaknya karena Ken tidak akan bisa melangkah menuju kehidupannya yang baru jika tidak ada restu dari Kakaknya itu.
Ken mengernyitkan dahinya ketika dia mendengar suara ponselnya yang berdering. Apa yang menghubungi Ken di pagi buta seperti ini?
Awalnya Ken mengira kalau Feli yang sedang menghubungi dirinya, tapi ternyata salah. Bukan Feli tapi ayahnya..
“Ya, Daddy?”
Ken tidak mungkin menolak panggilan ini sekalipun sebenarnya Ken merasa bingung dengan apa yang dilakukan dilakukan oleh ayahnya Feli sepagi ini. Tidak biasanya dia menghubungi Ken lebih dulu.
“Bisakah kita bertemu sore ini, Ken? Ada sesuatu yang harus kita bicarakan..”
Ken semakin mengernyitkan dahinya ketika dia mendengar apa yang dikatakan oleh ayahnya Feli.
Iya, Ken memang tidak mungkin menolak permintaan pria itu, Ken hanya sedikit bingung dengan apa yang terjadi.
“Tentu saja. Dimana aku harus menemui Daddy?’ Ken kembali bertanya dengan suara ramah.
Selama ini Feli selalu berlaku baik kepada orang tua Ken, maka dari itu Ken juga harus melakukan hal yang sama. Ken juga harus bersikap sopan pada porang tua Feli.
“Aku akan mengirimkan alamatnya padamu. Bisakah pertemuan ini dirahasiakan dari Feli?”
Iya, pertanyaan ini semakin membuat Ken merasa kebingungan dengan apa yang terjadi.
Kenapa mereka harus bertemu tanpa Feli dan tanpa memberi tahu Feli?
Ken tahu kalau ada sesuatu yang sedang terjadi, entahlah.. Ken merasa tidak yakin dengan apa yang dia pikirkan sekarang.
“Tentu, tentu saja aku tidak akan memberi tahu Feli..” sekalipun merasa kebingungan dengan apa yang terjadi, Ken lebih memilih untuk mengikuti saja apa yang diinginkan oleh ayahnya Feli.
Ken akan tahu apa yang sebenarnya ingin dibicarakan oleh pria ini nanti. Ken tidak perlu merasa khawatir dulu sekarang.
“Jangan memberi tahu apapun pada Feli karena ini akan menjadi pertemuan rahasia kita. Apakah kamu bisa dipercaya?”
“Tentu, tentu saja aku bisa dipercaya. Jangan khawatir, aku tidak akan memberi tahu Feli tentang apapun..” Kata Ken sambil tetap menempelkan ponsel di telinganya.
Baiklah, Ken akan tahu apa yang terjadi, Ken sama sekali tidak perlu terlalu banyak berprasangka yang tidak-tidak dulu.
Iya, mereka akan bertemu, kemungkinan besar ayahnya Feli hanya akan membicarakan tentang pernikahan Ken dan Feli saja. Iya, Ken tahu kalau pria itu pasti ingin membuat kesepakatan penting dengan Ken karena sebentar lagi putrinya akan menikah dengan Ken.
Ken menghembuskan napasnya dengan pelan. Dia memang tidak ingin berprasangka apapun, tapi entah kenapa hari ini Ken merasa sangat tidak tenang.
Rasanya seperti ada peringatan di dalam hati Ken yang mengatakan kalau dia tidak boleh pergi.
Apa ini? Kenapa Ken tiba-tiba merasakan hal yang sangat aneh seperti ini?
Tidak, ini hanya sebuah prasangka biasa yang timbul karena rasa penasaran yang Ken rasakan sejak tadi. Iya, hanya itu saja.